Hal Positif Yang Saya Dapatkan dari Masyarakat Sibang Kaja, Bali

Hal Positif Yang Saya Dapatkan dari Masyarakat Sibang Kaja, Bali

Bali begitu unik dan berbudaya. Ketika berkunjung ke Bali pada Juni 2015 silam, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan. yuk ah.. curhat dikit 😀

Sebenarnya tempat yang saya datangi ini tidak terlalu familiar dimata turis dunia atau Indonesia. Selain itu, ternyata tempat tersebut juga juga tidak terlalu menarik. Namun ada beberapa hal positif yang ingin saya sampaikan buat pembaca sekalian mengenai sisi lain dari masyarakat Bali, yang mungkin belum diketahui oleh para pembaca sekalian.

Juni 2015 silam, dalam rangka training aromatherapy, saya dan tim diundang untuk memberikan pelatihan ke desa Sibang Kaja, Abiansemal, Kabupaten Badung, salah satu desa penghasil bunga di Bali.

p1060969
Mengelilingi Desa Sibang Kaja, Bali

Bagi saya pribadi, pengalaman berhubungan dengan masyarakat Bali dan melihat keseharian mereka lebih dekat, belum pernah saya rasakan sebelumnya. Walaupun, sebenarnya ketika kuliah dulu, saya memiliki beberapa teman warga Hindu Bali di kelas. Alhamdulillah kali ini saya bisa berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat Bali dan melihat langsung budayanya. Dari melihat dan mengamati langsung adat dan budaya masyarakat Bali, saya mendapat ibrah sederhana dan hal positif yang bisa kita petik.

Read more

Advertisements
Menikmati Sunset Pertama di Bali

Menikmati Sunset Pertama di Bali

p1070259

Sunset atau cahaya matahari tenggelam adalah sebuah peristiwa alam yang terjadi pada sore hari. Selain indah dan unik, peristiwa langka ini sangat mahal dan berharga. Tak heran banyak diantara kita yang harus menghabiskan uang dan waktu untuk memburu peristiwa alam satu ini.

Bagi saya sendiri, menikmati sunset sama dengan menikmati kebesaran Allah atau bertadabur dengan alam semesta. Ah, saya jadi ingat sekilas mengenai sejarah pencarian dan pemaknaan Illahi oleh Nabi Ibrahim AS.

Ketika Nabi Ibrahim merasa galau dengan keyakinan bangsanya yang kala itu menyembah bulan dan matahari serta berhala lainnya, Beliau sering mengasingkan diri kedalam gua dan menyendiri diatas gunung atau bukit sambil merenung.

Suatu hari ketika banyak masyarakat menyembah bintang, Nabi Ibrahim menentang mereka dan mengatkan bahwa Bulan-lah yang patut dijadikan Tuhan dibanding bintang-bintang, karena cahanya lebih besar dan terang. Namun suatu hari, Nabi Ibrahim tidak mendapati bulan di langit dan Beliau kembali berpikir, bulan saja  bisa menghilang dan sama sepertihalnya bintang-bintang kecil, bagaimana mungkin bisa dijadikan sebagai Tuhan?

Pada pagi harinya Nabi Ibrahim menemukan bahwa ternyata ada cahaya yang lebih besar dan kuat dibanding bulan, yaitu Matahari. Kemudian Nabi Ibrahim mulai meyakini bahwa inilah tuhannya, tuhan yang paling terang, tuhan yang paling kuat. Namun, Nabi Ibrahim kembali kecewa. Saat malam datang, matahari telah kembali ke peraduannya. Tuhan tidak mungkin tenggelam, pikir Nabi Ibrahim. 

Nabi Ibrahim AS, merenungi dengan sangat dalam terhadap apa-apa yang beliau lihat dan lalui. Nabi Ibrahim terus berpikir dan merenung tentang sesuatu yang paling kuat, yang paling terang, dan sesuatu yang tidak mungkin tenggelam.  Akhirnya Nabi Ibrahim menyimpulkan bahwa bintang-bintang yang dikaguminya, Bulan dan matahari yang diikutinya, semuanya bisa muncul kemudian menghilang. Tuhan tidak mungkin seperti itu! pasti ada Tuhan yang menjadikan semua itu. Tuhanlah yang memunculkan dan menenggelamkan mereka. Tuhanlah yang menciptakan mereka, alam semesta, termasuk menciptakan dan memberi kehidupan bagi manusia. Akhirnya nabi ibrahim diberikan hidayah dari Allah bahwa yang menjadikan semua itu adalah ALLAH SWT, tiada tuhan selain ALLAH, yang maha pencipta dan maha besar, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakan.

Sunset kali ini adalah sunset pertama yang saya nikmati Di Indonesia, tepatnya di Uluwatu, Bali tahun 2015, ketika saya kerja sambil jalan-jalan ke sana. Alhamdulillah, selama ini, melihat sunset adalah hal yang biasa saja bagi saya, terutama selama saya berada di Kampung Halaman saya, Namlea-Pulau Buru. Kebetulan saya tinggal di desa yang berada ditepi teluk Kayeli, dimana matahari tenggelam dibalik gunung dan melintasi samudra Teluk adalah pemandangan biasa setiap sore.

p1070235
Tebing di Uluwatu, Bali

Menurut saya, Uluwatu adalah salah satu tempat terbaik untuk melihat Sunset Di Bali. Karena spot sunset-nya cukup banyak dan terdapat atraksi tari Kecak yang begitu magic dan menghibur. Saya juga senang dengan tebingnya yang luar biasa. Ketika berada di Uluwatu, saya merasa seperti saya sedang berada di Australia atau Tembok China hehe.. Tapi Hati-hati juga jika ke uluwatu, karena banyak Monyetnya.

Sekedar info, biaya masuk ke Uluwatu cukup murah, yaitu cuma Rp.20.000/orang tahun 2015. Saya tidak tahu harga saat ini. Bagi pengunjung yang memakai baju pendek, setelah bayar, jangan lupa untuk mengunakan selendang atau sarung. Karena daerah ini merupakan komplek pura, jadi para pengunjung diharapkan harus berpakaian sopan.

Just Sharing 🙂