Dan Cobaan itu adalah Rahmat Allah Untuk Saya

Dan Cobaan itu adalah Rahmat Allah Untuk Saya

Selama hidup dan besar di rantau, baru kali ini saya mengalami kehilangan barang berharga, tepatnya HP saya. Walaupun HP saya bukan termasuk HP yang mahal, namun bagi saya, HP ini adalah gumpalan bulir-bulir keringat saya yang jatuh selama 7 hari di sulawesi tenggara. agak lebay sih, Tapi benar, dari lubuk hati saya terdalam, hp ini sangat berarti, seberarti mata pelajaran yang saya berikan saat training kepada beberapa penyuling nilam di Sulawesi Tenggara.

Ceritanya, disuatu kegiatan penting yang saya hadiri, dalam kunjungan ke NET TV untuk mengikuti acara mini seminar bersama Bapak Wisnu Tama (CEO NET MEDIA), HP saya hilang. Saya sendiri hingga hari ini belum tau dan gak ngerti, apa yang menyebabkan HP saya hilang. Apakah saya lupa di kamar mandi? Musholah? atau Toilet?. Sungguh, saya benar-benar lupa.
Selama kehilangan HP, saya hanya bisa menenangkan diri dan berkata dalam hati ” jika itu milik saya dan allah ridho, insya allah pasti kembali, tapi jika itu bukan milik saya, saya hanya bisa bertawakal kepada allah. Innalilahi, segala sesuatu pasti kembali kepada Allah.

Sedih, mungkin bukan karena kehilangan HP, tapi karena saya harus kehilangan banyak kontak penting, termasuk kontak beberapa pelanggang tetap saya di bisnis online dan terutama kontak keluarga saya, yang tak satu pun saya simpan dan ingat. Ditambah lagi kamis malam kaka saya balik ke kampung dan saya belum menanyakan kabar dia saat itu. Saya kehilangan HP di hari rabu dan pada Kamis malam kaka saya pulang. Pada kondisi yang sama, selama kegiatan kami tidak diperbolehkan mengaktifkan HP dari jam 5 pagi hingga jam 10 malam.

Sebelum kehilangan HP saya, pada hari selasa, mantan bos saya menghubungi saya lewat WA, bahwa rekan kerja kami yang sudah tiga tahun tidak kontak dengan saya ,ingin memberikan sejumlah uang (sedekah), sebesar Rp. 1.500.000. Entah apa? gak ada hujan atau angin. Subhanallah, saya sudah lama kehilangan kontak dan tidak sama sekali berhubungan atau melakukan kerja sama dengan Beliau. Awalnya saya tolak dan tanyak kembali kepada bos saya, pantaskah saya menerima sumbangan tersebut? Tapi akhirnya saya merasa tidak enak, karena takutnya bos saya ini menganggap saya belagu, atau tidak sopan menolak tawaran sedekah dari orang lain.

Selasa malam, saya memberikan konfirmasi nomor rekening saya kepada Bos saya tersebutnya dan tanpa hal ikhwal apapun, besoknya HP saya hilang. Demi Allah, saya benar-benar gak punya uang sama sekali, kecuali uang Pinjaman dari teman yang harus saya kembalikan. Sementara setelah selesai kegiatan, saya tetap harus update informasi penting dan terutama informasi seputar kuliah.

20170930_094932

Allah maha baik, ketika allah hendak menguji saya dengan kehilangan HP, allah sudah siapkan penggantinya terlebih dahulu. Walaupun tidak seberapa dimata manusia.

Uang yang dikirim langsung saya beli HP Samsung J2. Walaupun HP saya sebelumnya lebih mahal dibanding HP saat ini, saya pribadi sangat bersyukur. Karena akhirnya setelah saya hubungi kolega yang memberikan saya uang tersebut, beliau berencana akan datang kembali ke Indonesia bersama keluarganya. Alhamdulillah juga, beliau memanggil saya nak. Kata kolega ini, “saya menganggap kamu seperti anak saya sendiri”. Kebetulan anak perempuannya juga berusia sama seperti saya.

Inysa allah ketika Beliau dan keluarga datang, beliau akan kenalkan saya dengan anak dan istrinya. Sekali lagi, jika ada orang asing yang menganggap kita adalah anaknya, bukankah itu rahmat?

Maha suci allah, tidak ada ujian melainkan didalamnya adalah rahmat allah. dan rahmat terbesar itu adalah rahmat kasih sayang dari allah melalui tiap mahkluknya. Dan saya merasakan bahagia dengan rahmat ini dan semoga saya termasuk orang-orang beryukur kepada allah.

 

Advertisements