Pengamen Pasar Minggu, Gilak Tajirnya!

Pengamen Pasar Minggu, Gilak Tajirnya!

Ini cerita saya mengenai operasi tangkap tangan (oot) pada pengamen ibu kota Jakarta. Cie.. kayak polisi saja­čśŤ.

Tapi sumpah, beneran loh. Ini sudah kali ke dua saya temui pengamen tajir yang beroperasi di wilayah Pasar Minggu dan sekitarnya.

Bukan bermaksud membuka aib orang, tapi dengan tulisan ini saya berharap kita lebih bijaksana dalam memberi sedekah atau santunan kepada orang lain, khususnya kepada mereka yang suka meminta-minta atau mengamen.

Kamis, 23 februari 2017. Saya bersama kakak saya sedang nokrong di dalam ruangan Circle-K Pejaten Barat, Pasar Minggu, dekat rumah sakit siaga raya, atau dekat Universitas Nasional Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tiba-tiba ada seorang ibu dengan pakaian lusuh membawa karoke (tape kecil) dan duduk di lantai. Ibu ini kemudian meletakkan goody bag orange yang penuh dengan seabrek uang pecahan Rp. 2000, 1000 dan lainya ke lantai. Matanya nengok kiri-kanan, seakan-akan takut jangan sampai dilihatin orang. Kebetulan dipojok kanan Circle-K (area bebas rokok), sedang ramai dengan orang-orang yang lagi nongkrong. Tapi kok beliau gak sadar, jika beliau duduk didepan kami yang hanya dihalang oleh dinding kaca.

img_20170223_141739

Saya lihat jam di HP, hmm.. ini baru jam 14.33. Gilak! “duitnya banyak bangat”. Kakak saya memandangi saya sambil ketawa ” tuh dia gak sadar kita bisa lihat dia. ayo fotoin biar jadi bukti”­čśů

Eh.. saya fotoin ┬áaja­čśů

Begonya kenapa saya gak videoin saja ya? ┬ábiar lebih valid gitu­čśÇ

ibu ini mulai ngeluarin uang pecahan Rp.2000 dari goody-bag orange dan mulai menghitung sambil nengok lagi ke kiri dan ke kanan.

Tanpa sadar saya juga ikut hitung-hitung uang tersebut­čśů. Ya allah banyak bangat duit-nye. Bayangkan baru setengah yang dikeluarkan dan sesuai dengan yang saya hitung, totalnya Rp.300.000 sodara-sodara. Hebat uy.┬áItu belum semuanya loh.

Mungkin karena beliau sadar dilihatin sama saya dan kakak saya, beliau langsung masuk ke ruangan circle-K dan ke tempat kasir buat tukar uang.

20170223_142205.jpg
Tukar uang di kasir circle-K

Saya perkirakan uang yang ditukar bisa menembus Rp.500.000 atau lebih. Luar biasa!  Dan itu baru setengah hari ngamen.  Misalkan beliau ngamen dari pukul 6.00 pagi hingga pukul 14.34 dan bisa mendapatkan hasil sebesar itu, berarti jika pengamen ini bertahan hingga malam hari, mungkin pendapatannya bisa menembus angka Rp.1.000.000,- atau juga bisa lebih dari itu.

Huft… coba kita kalikan dengan total hari kerja aktif. ┬áMisalkan pengamen ini bekerja 1 bulan full atau 28 hari, berarti pendapatannya perbulan bisa menembus angka Rp. 28.000.000. Wow.. itu sih setara dengan gaji menejer perusahaan besar dan bonafit. Gilak!

“Ah.. gak mungkin setiap hari dapat segitu? Cuma kebetulan saja kale”

Oke, kita anggap saja mungkin itu cuma kebetulan saja. Fakta dilapangan yang diceritakan oleh pengamen sendiri, 1 hari pendapatan mereka bisa mencapai minimal rp.200.000. Tentunya dalam 1 bulan mereka dapat menghasilkan uang sebesar Rp.6000.000, bukan kah ini mencengangkan? Bahkan pendapatan PNS Saja belum mencapai segitu.

BAGAIMANA GAK MENJAMUR DI JAKARTA? MENGGIURKAN BUKAN?

saya saja penghasilannya gak segitu loh. Hiks­čśó

Semoga kita lebih bijak dalam memberikan santunan. Menjadi pengamen memang hak mereka, tapi menurut saya, itu pekerjaan hina dan tidak bermartabat serta gak halal dimata Allah. Saya juga tidak punya solusi untuk mereka, namun saya doakan mereka bisa diberi hidayah dan mendapat pekerjaaan dan penghidupan yang lebih bermartabat. Amiin

Advertisements
Konglomerat Jalanan VS Konglomerat Pemerintahan

Konglomerat Jalanan VS Konglomerat Pemerintahan

Suatu hari dibarisan antrian Indomart paling depan, seorang pengamen tua sedang menukar recehan hasil ngamennya. Karena kami memandanginya agak lama dengan tatapan panjang, beliau agak malu dan tidak berlama-lama. Saya terus memerhatikan, ketika kasir menyerahkan selembar lima puluh ribu dan sepuluh ribu, beliau terima dan langsung pergi. Padahal dikantong buatan yang terlilit dipingganya masih banyak recehan yang belum tertukar. Wow, pengamen yang sukses, ada tiga kantong dan baru satu kantong yang ditukar dan itupun tidak semua receh dikeluarkan.

Sebuah perandaian muncul dibenak saya, misalkan seperti ini :

Andaikan uang yang ditukar tadi adalah hasil 1 kali ngamen. Misalkan 1 kali ngamen dalam waktu 2 jam, Bapak ┬átersebut mendapatkan uang sebesar Rp.60.000. Jika bapak ini beroperasi 1 hari = 8 jam, maka dalam 1 hari Dia dapat mengumpulkan uang ngamen sebesar : (8/2)x60.000=Rp. 240.000, kita konversi ke 1 bulan. Hitung sesuai jam kerja aktif karyawan : 1 minggu = 5 hari kerja=22 hari kerja/bulan. Jadi jika 1 hari mengamen hasilnya sebesar Rp.240.000, 1 bulan =┬á22×240.000 = Rp. 5.240.000, Lumayan!.

pemisalan lainnya, Kegiatan ngamen pasti bukan memakan waktu 8 jam/hari, pasti lebih dari itu. Saya sering melihat anak-anak yang mengamen, startnya dari jam 6.30 Pagi. Jika bapak ini beroperasi dari jam 6.00 pagi hingga jam 8 .00 malam dan dihitung sama dengan 14.30 jam. Kita bulatkan saja menjadi 14 jam. Sehingga apabila  selama 14 jam bapak tersebut mengamen, belia dapat memeroleh uang sebesar Rp. 50.000, sehingga dalam satu bulan pengamen tersebut bisa mengantongi : Rp.50.000x7X28 hari= Rp. 9.800.000. DAHSYAT BUKAN?. Pendapatan pengamen ini lebih besar dari pegawai negeri sipil.

Sebuah Ironi bukan main yang banyak tumbuh subur laksana gulma dipematang sawah dan itu sulit untuk dibasmi. Telah berakar seperti Tumor. Kasus Pengamen layaknya pengemis. Ada yang tulus karena butuh, ada juga yang gak tulus dan curang mau menjadi mentereng. Bahkan ada pengemis ratusan juta yang saya sebut sebagai “konglomerat jalanan”.┬áPerbedaan keduanya sangat tipis, hanya terteletak pada metode atau cara dalam menghasilkan uang. Pengamen menghasilkan uang dengan cara menyanyi, sedangkan para peminta-minta menghasilkan uang dang cara duduk diam dalam keadaan “mengenaskan”. Perbedaan lainnya yaitu tidak semua pengamen menjadikan kegiatan ngamen sebagai profesi, contohnya mengamennya mahasiswa untuk mencari dana untuk suatu event. ┬áSementara, pengemis sering mewariskan profesi ini ke anak cucu.

duh, inilah realita nyata yang tumbuh subur di Indonesia. Faktanya bahkan para “konglomerat jalanan” ini berkorporasi hebat dengan berbagai lingkaran mafia serta mempunyai semacam organisasi kuat yang beraliansi dengan berbagai pihak. Secara terang-terangan banyak yang mendeklarasikan diri sebagai kampung pengemis dan juga organisasi pengemis dan pengamen.
Sah-sah saja menurut lembaga Hak Asasi Manusia, namun secara naluri manusia, sesuatu yang terlalu fokus untuk hal yang kurang pantas, adalah hina dan menjadi momok bagi bangsa Indonesia, yang terkenal sebagai bangsa yang kaya dan makmur. Ini pun menjadi tolak ukur yang tidak pernah selesai dari dulu bahwa negara dan bangsa ini masih belum makmur.

Ada sebuah pertanyaan yang muncul dari benak saya, kenapa semakin diberi malah semakin menjadi-jadi? menjadi malas untuk berusaha? menjadi manja untuk meminta? menjadi tidak mau berubah dan bertukar nasib dengan jalan lain? ┬áCoba kita perhatikan pengamen dan pengemis jalanan, apakah semakin berkurang? sebaliknya, pengamen malah semakin bervarian dengan motif yang bermacam-macam. Mulai dari balita hingga manula, dari lagu yang pop hingga rock, bahkan ada beberapa pengamen yang menyangikan shalawatan dan ┬álagu yang biasanya dibawakan menjelang magrib dimasjid-masjid di Bogor.┬á Lirik lagunya seperti ini ÔÇť┬áBegitulah kisah sang Rasul yang penuh suka duka, yang penuh suka dukaÔÇŁ Astagfirullah.. kemana orang tua dan para ulama ?

Ah, bukankan ini sebuah penyakit? ya, penyakit mental akut yang melilit dari semua segi. Banyak solusi sudah dilakukan dari pemerintah untuk para konglomerat jalanan ini, hinggga pembinaan terberat dijeruji besi, namun hal tersebut tidak menjadi solusi.

Bukankah watak dan mental konglomerat jalanan ini secara tidak sadar, sesungguhnya menunjukan mental bangsa ini yang lagi keropos? konglomerat jalanan adalah buah kemiskinan bangsa ini dari banyak dimensi. Dimensi fisik adalah kemiskinan negara berupa pemerataan ekonominya yang masih timpang. Negara masih belum dapat menyejahterakan orang kategori miskin, sesuai amanah UUD ÔÇÖ45 dalam pasal 34 ÔÇŁFakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara Negara”.

Kemiskinan yang lain adalah kemiskinan non fisik yaitu miskin mental dan agama. Mental yang sepertinya tertanam dibawah alam sadar masyarakat saat ini yaitu konsumtif dan malas mencipta. Jika ada yang mencoba mencipta, dijegal oleh pemerintah, dari mulai hak cipta hingga kelayakan penggunaan.┬áSebaliknya kebanyakan masyarakat lebih mencintai dan bangga terhadap produk orang lain, apalagi yang berbau kebarat-baratan atau korea-koreaan. Tak heran, banyak kran impor dibuka dibading swasembada sendiri, mulai dari padi, daging, hingga jarum pentul.┬áBahkan ada yang bersembohyan “Jika bisa impor, ngapain swasembada”.

Kemiskinan metal diatas didukung juga dengan kondisi miskinnya nilai agama dalam masyarakat Indonesia yang nota bene 85% Islam. Padahal dalam agama,  kita diajarkan untuk mempunyai budaya malu, yaitu malu sebagian dari iman. Selain itu, dalam agama diperintahkan untuk bekerja sebagai bentuk ibadah dan meminta-minta adalah sebuah hal yang hina dan ganjarannya adalah berwajah tanpa daging ketika berada di penghisaban kelak.

Konglomerat jalanan sesungguhnya cerminan dari konglomerat dipemerintahan dan konglomerat senayan. mereka yang suka meminta-minta pada konglomerat yang sesungguhnya demi jabatan atau pucuk kepimpinan, sehingga mereka rela jual dan buat apa saja sebagai bentuk balas budi. Tidak saja hutang, bahkan hampir negara ini diserahkan kepada pihak asing dan aseng.

Pajak dan uang rakyat untuk menghidupi mereka tidak menjadi sebuah kepuasan, namun kebuasan. Buas untuk dapat lebih sehingga korupsi, koorporasi, koordinasi dengan berbagai aliansi mereka jalani demi perut dan agar tabungan berisi.

Mungkin tidak semua yang duduk dipemerintahan dan senayan atau yang memegang jabatan begitu. Ah.. tapi yang terlihat demikian. negara ini penuh dengan pesakitan mulai dari yang hidup jalan hingga yang hidup di pemerintahan. Bangga menjadi konglomerat dengan cara apapun.

lantas, apakh kita masih berharap hidup seperti ini terus-menerus?

Hidup tanpa “identitas”, integritas, dan gengsi serta kebanggan diri?

Oh mari rubah semua mental itu, mental koruptif dan pesimist serta komsumtif. Sudah saatnya semua orang berevolusi, bukan saja revolusi mental, tapi revolusi untuk kembali kepada nilai-nilai ilahi dan nilai-nilai ibu pertiwi, yang humanis, penuh semangat juang, percaya diri dan tinggi integritas, berakhlak karimah dan taqwa serta, berdikari.

FROM ZERO TO BE HERO (I) : PEDAGANG ASONGAN ONLINE

FROM ZERO TO BE HERO (I) : PEDAGANG ASONGAN ONLINE

Hari ini tepat satu tahun, terhitung saya resign dari kantor saya. Semula dari staf sekretariat, sekarang saya menjadi “penggangguran (unemployee)”, bisa dikatakan demikian. Saya gak berstatus apa-apa, selain sebagai pedang asongan online.┬á

ini nih toko online di instagram @mikala_aromatica. kami menjual produk-produk essential oil 100% pure,blended, dan produk-produk aromatherapy lainnya. Follow ya sist ­čśÇ

Screenshot_2017-02-20-20-21-59-1.png

Memutuskan untuk bewirausaha atau bahasa kerennya be an entepreneur, bukanlah pilihan banyak orang. Hanya sekitar 1% dari pekerja dengan status aktif yang mau memilih dunia ini sebagai tambahan penghasilan atau benar-benar ┬áall out untuk menjalani dunia ini. Selain banyak tantangan dan resiko yang harus dihadapi, keputusan tersebut harus melewati “sidang” dari orang-orang terdekat kita. Ya, terutama orang tua.

Jujur, sebelum saya melangkah melakukan resign, banyak hal yang harus saya siapkan, mulai dari alasan, hingga hal-hal kecil lainnya, dan terutama bagaimana saya bisa meyakinkan orang tua saya terhadap keputusan ini. Walaupun, hingga saat ini orang tua saya masih belum setuju dengan keputusan ini. Karena saya melangkah dari nol, tanpa ada donatur dan kerja sama, serta tidak melalui riba. Keberanian melakukan langkah dari ZERO atau NOL ini karena saya yakin saya bisa bertumpu dengan kedua kaki saya sendiri. Insha allah. Padahal, saya juga masih memiliki tanggungan terhadap adik-adik saya.

Tumbuh sebagai kakak dari 4 adik yang masih sekolah, keberlanjutan pendidikan mereka diamanahi ke saya dan beberapa kakak saya. Karena orang tua saya sudah sepuh dan kami tidak ingin memberatkan mereka. Kami juga ingin mewujudkan cita-cita mereka untuk meng-S1- kan kami semua. Bagai tongkat estafet, ketika satu orang telah sukses meraih gelar sarjana, dia harus melanjutkan hal tersebut kepada saudara lainnya. Itu prinsip dalam keluarga saya. Kebetulah saya mempunyai tiga orang kakak. Adik saya yang pertama, alhamdulillah, sudah selesai kuliah dan nasib dia lebih baik dari kami, bisa dibilang seperti itu. Saat ini, dia berstatus PNS di Dinas Perikanan Kabupaten Buru. Adik saya yang ke dua saat ini sedang menjalani kuliah di semester akhir. Dia berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang. Tanggungan kuliah adik satu ini agak berat. Sementara, adik saya yang ke tiga masih belum kuliah. Dia sudah mencoba mengikuti tes masuk perguruan tinggi SBMPTN sebanyak dua kali, namun masih belum lolos. Saya agak cukup sedih dengan hal ini, lebih sedih lagi karena pilihan jurusannya adalah kedokteran. Taukan bagaimana biayanya? Mudah-mudahan bisnis kaka nih sukses ya dek. Kamu mau jurusan apa saja, silahkan. Sampai ke MARS PUN SILAHKAN. Adik ke empat saya masih berstatus sebagai siswa SMA.

Menimbang dan menimbang. Ketika saya ditanya pertama kali oleh bos saya, apa alasan saya untuk resign? saya tidak mengatakan bahwa saya ingin berwirausaha, tapi saya katakan bahwa saya ingin mengajukan S2. hmm maaf ya bos.  Memang-sih sebenarnya ada tujuan lain dari saya, yaitu ingin mengajukan beasiswa LPDP untuk s2 saya. Eh alhamdulillah, saya lulus beasiswa LPDP dalam negeri dan saat ini saya baru mau mendaftar di perguruan tinggi yang akan saya tuju.

Alasan diatas lebih diperkuat dengan pernyataan bahwa saya telah berkomitment mengabdi dikantor ini hingga saat ini saja. kata teman-teman saya, “kamu stress atau bosan?” “gak tau deh, mungkin dua-duanya” atau jangan-jangan saya sudah gila?” MUAK, JENUH, PLIN-PLAN, GALAU, MERACAU. COMPLICATED- lah. BODOH. FIKS!

Hingga saat ini pun, teman-teman saya masih menyesalkan keputusan saya tersebut. Saya juga gak habis pikir dengan kondisi saya saat ini, serba pas-pas-an dan terjepit. Penghasilan dan omset gak tetap. Jika ada pelanggang alhamdulillah, kalo tidak, hmm sepi, kantong kering. Karena ternyata bisnis online dari NOL itu agak berat. Apalagi konsepnya belum bagus dan belum berani melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Selain itu, saya masih tetap menanggung adik saya untuk kuliah dan dia mau wisuda tanggal 25 Februari 2017 ini. TAPI begitulah hidup. Saya sudah berani memutuskan, saya juga harus berani untuk maju ke depan. Saya yakin bahwa Allah akan melihat usaha saya dan rezeki manusia itu tidak akan tertukar. Buktinya, tanpa kerja saya bisa hidup selama 1 tahun ini dari usaha saya. dan walaupun hasil yang  saya peroleh sedikit, saya masih tetap bisa membantu ke adik-adik saya, mereka tetap bisa sekolah.

Kadang saya sendiri pun putus asa dan sedih. Namun, saya mencoba bangkit kembali dengan mengingat apa yang sudah saya lakukan bulan-bulan kemarin dan apa yang saya impikan kedepannya, baik buat keluarga, agama maupun untuk bangsa dan negara. Saya ingin benar-benar menjadi wanita yang bermanfaat dan hidup saya penuh keberkahan.

Hari ini, omset saya baru 10 juta perbulan, pada bulan februari ini. Omsetnya turun naik seperti ombak. Mungkin karena saya belum rajin promosi atau kejar target, masih belum dapat cara yang efektif, modal tipis, atau belum punya karyawan, atau barangkali saya juga belum menikah #eh ups. Jadi , saya belum semaju orang lain?

Kadang dalam doa saya selalu merintih. “Ya allah kapan jalan yang baik dan rezeki yang lancar berpihak kepada saya?. doa saya pun belum terwujud, tapi saya yakin Allah┬áitu gak tidur dan gak tuli. Saya harus tetap semangat dan berjuang. Doa saya di tahun 2017 dan di akhir februai ini agar saya bisa dapat orderan dengan keuntungan yang besar dan tetap tiap bulannya. Jika belum dalam bulan ini, semoga bulan depan dan selanjutnya doa saya terwujud. Mudah-mudahan saya bisa kuliah sambil usaha. Kebetulan jurusan S2 yang akan saya ambil adalah jurusan Magister Bisnis. hmm..mengenai perjuangan meraih beasiswa akan saya tulis ketika sudah lulus masuk jurusan ya.

Mohon doa-nya, agar saya bisa sukses dan bisnis saya juga maju, toyib, dan berkah buat semua orang. Doa anda akan berbalik kepada Anda sendiri. Amiin.

 

KULIT MU SAWO MATANG, PD AJA!

KULIT MU SAWO MATANG, PD AJA!

Apakah kalian mempunyai pengalaman seperti ini?

ketika kalian sedang bersama teman-teman, tiba-tiba ada yang menghampiri dan bilang “kok kamu hitam bangat?” dan tiba-tiba kamu merasa seperti langit mendung, kalian pun pundung, dan tersinggung?

Ah Lebay, memang agak lebay sih. Tapi itu hal yang pertama kali saya alami. Sebuah pertanyaan yang tidak mengenakkan. Karena pada pertama kali menginjakkan kaki di Kampus, saya belum pernah dengar lontaran pertanyaan konyol dan rasis seperti itu. #curhat#

Jujur, Dulu saya adalah seseorang yang sangat cepat tersinggung. Selain itu, saya juga sangat kaku serta penakut untuk membalas penghinaan atau apapun. Jurus andalan saya setiap menghadapi masalah, yaitu selalu diam dan tersinggung hehe. Padahal, sebenarnya saya bisa menjawab pertanyaan waktu tersebut dengan jawaban: ┬áSo What? Masalah buat lo? Rasis bangat sih kamu? DLL, maybe ­čśÇ (maklum masih bocah)

Tapi kini saya bangga dan bersyukur dan ingin share, kenapa kita harus bangga dan bersyukur dengan kulit gelap kita.

Image result for anggun c sasmi
Anggun C Sasmi

Memiliki kulit yang lebih gelap bukanlah sebuah aib, namun adalah anugerah yang maha kuasa bagi orang Indonesia, terutama bagi yang tinggal di wilayah timur Indonesia atau yang bermukim dipesisir laut. Sebaliknya, kita harus bersyukur dan berbangga akan hal tersebut, karena:

Pertama, kulit sawo matang adalah ciri khas cantik eksotik Indonesia dan anugrah Indah dari tuhan yang maha kuasa. Pernahkah kalian lihat para bule yang rela berjemur dan ber-Tannin ria karena ingin berkulit gelap? bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang banyak untuk melalukan semua itu. Disisi lain, ada beberapa negara yang memiliki trend dan stigma kecantikan yang berbeda dari negara kita. Contohnya Amerika. Bagi sebagian warganya, YANG BEKULIT GELAP ADALAH YANG CANTIK DAN “SEKSI”. Karena stigma demikian, Idol-idol dari bangsa afro-amerika seperti, RIHANA, MARIA CAREY, Zoe Saldana,┬ádan lainnya menjadi primadona.

Indonesia gak usah dihitung deh, bisa angkut pake kontainer orang-orang “cantik” diatas hehe.┬áCoba perhatikan artis Indonesia seperti Agnes Monica, yang sering terlihat gelap ketimbang putih dalam video konser di luar negeri. Bahkan Chef Farah Quen juga sering terlihat lebih eksotik. Yup, karena bagi orang luar, kulit sawo matang adalah kulit yang cantik dan uniq. Tak Heran jika Anggun C.Sasmi sering disebut sebagi Icon Eksotisme wanita Indonesia.

Dan sadar gak sih, kenapa Bule Belanda dan Bule lainnya suka menikahi orang Ambon, Batak dan orang-orang berkulit sawo matang? Plak.. Bangga gitu hehe

Jadi, kita tak perlu malu memiliki kulit sawo matang. Karena itu adalah ciri khas wanita Indonesia. Tugasnya kita adalah merawat dengan baik dan berkarakter baik, serta percaya diri. Kita akan terlihat manis, anggun, dan memesona.

Image result for hijab from afrika
wolipop.detik.com

Kedua, Kulit Sawo matang atau gelap lebih rentan terhadap paparan sinar matahari, sehingga efek penuaan dini dan kanker kulit pun bisa dihindari. guys? Fakta unik dan menarik dari kita yang berkulit gelap adalah banyaknya kadar melanin yang terkandung di dalam kulit membuat kulit kita lebih tahan terhadap paparan sinar matahari yang dapat menyebabkan kulit terbakar hingga kanker kulit. Namun, bukan berarti kita tidak boleh menggunakan pelindung (SPF). Yup, Kita harus tetap menggunakan SPF, namun dengan kadar yang tidak terlalu tinggi. Apalagi dengan semakin tinggi pemanasan global kedepannya, kadar sinar UV juga akan semakin tinggi. Nah, bagi yang berkulit putih, agak riskan dan harus membutuhkan pelindung yang banyak.

Ketiga, Warna kulit mu tidak harus diganti dan dirubah? namun cantik hati dan karakter dirimu lah yang harus dirubah menjadi lebih baik.

Image result for muslimah sawo matang
sumber : source

Menjadi sawo matang dan tetap mempertahankannya membuat kita lebih berprinsip dan berkarakter. Jadi kita tidak usah khawatir bahwa dengan berkulit gelap, pria akan mempertimbangkan lebih dalam untuk menikah?. Hmm Jodoh itu bukan sesuai dengan warna kulit kita, namun sesuai dengan karakter kita. Banyak kok pria diluar sana yang malah mencari para wanita yang kuat prinsipnya dan berkarakter baik. Jadi fokuslah pada hati dan akhlak mu, bukan kulit mu.

Yakinlah bahwa ukuran cantik tidak seperti apa yang disampaikan iklan pemutih kulit yang banyak berseliweran di berbagai media. Karena kebanyakan iklan tersebut adalah propaganda oleh pembuat produk untuk melariskan dagangannya. Apakah ada bukti bahwa ketika orang Afrika menggunakan krim pemutih kemudian kulitnya berubah seperti orang Barat? Walaupun dipaksakan dengan sejumlah perawatan dan treatmen seperti suntik putih dan lainnya. Hasilnya akan terlihat : Dia-Bukan- Dia- yang sesungguhnya. Masih ingat dengan penyanyi Pop terkenal?, Almarhum Mc. Jackson?

Yup..percaya dirilah dengan apa yang Allah anugerahkan. Bangga dan Pe-De dengan apa yang kita miliki adalah suatu bentuk syukur dan wujud keberanian untuk bisa jadi diri sendiri. Bukannya tuhan menciptakan setiap manusia beragam? pasti juga punya beragam makna dan ukuran? Dan Kelayakan dihadapan-Nya adalah ukuran takwa dan baiknya akhlak dan hati, bukan ukuran fisik.

Ingat, Jangan merasa hina dengan kulit gelap mu, Karena Allah sendiri tak pernah sebut apapun dalam alquran bahwa yang berkulit cerah itu AHLI SYURGA ­čśÇ