Nikmatnya Sejumput Kopi dan Pisang Epe di Pantai Losari

Nikmatnya Sejumput Kopi dan Pisang Epe di Pantai Losari

Terkisah, suatu hari bocah besar (saya maksudnya hehe), sangat ingin pergi ke kota Makassar dan doanya terkabul, alhamdulillah. Saya pribadi sangat senang, karena salah satu list tempat di Indonesia yang ingin saya datangi adalah Kota Makassar.

Wellcome Makassar!

Travelling kali ini bertujuan untuk melaksanakan event nasional asosiasi kami, yaitu konferensi nasional Minyak Atsiri (KNMA) dan tempat yang dituju adalah Kota Makassar. Kota Makassar adalah salah satu kota terbesar di Indonesia bagian timur. Kota ini telah menjadi kota pelajar dan sekaligus kota yang strategis untuk mempertemukan semua stakeholder atsiri di bumi Indonesia bagian timur. Selain itu, kota yang terkenal dengan “Ayam Jago dari Timur” sebagai pahlawannya ini, mempunyai pantai Losari dan Pisang Epe yang sangat menggoda. Oleh karena itu, untuk menyelenggarakan Event penting kami, dipilihlah Kota Makassar sebagai lokasi dan tuan rumahnya.

Saya tidak akan menceritakan mengenai event diatas, jadi saya ingin fokus terhadap apa yang saya datangi saja ya hehe.  Alhamdulillah, ketika di Makassar, beberapa tempat idola kaum instagram sudah saya kunjungi yaitu: Benteng Roterdam, Pantai Losari dan Masjid Terapung, Mall Panakukkang :D,  warung ikan Bakar dan juga tempat jajanan pisang epe disepanjang garis Losari.

img-20151123-wa0005
Sunset di tengah Tulisan Pantai Losari

Losari Beach adalah nama pantai yang tidak berpasir, yang berada ditepi teluk Makassar. Sebenarnya Pantai Losari ini, dulu, menurut Pemerintah Makassar adalah pantai yang biasa saja. Karena banyak masyarakat yang membuang sampah sembarang dan menyebabkan teluk Makassar kotor, dibuatlah Pantai Losari ini. hmm.. rupanya walaupun sudah dicegah dan diadakan pembersihan oleh pemerintan Kota Makassar, pertama kali datang ke tempat ini, kesan yang muncul dari saya adalah “ Uh Kotor”. Ya, memang Losari sangat kotor pada waktu itu. Ini tidak seperti yang saya lihat di media yang sering saya tonton.Agak kecewa sih. Karena walaupun sudah banyak fasilitas kebersihan dan public yang disediakan oleh pemerintah daerah, tetap saja belum ada perhatian yang sungguh-sungguh dari masyarakat kota Makassar. Kebetulan pada waktu it, ada festival band dan konser music, jadi banyak sampah berserakan. Tapi ya sudahlah.., walaupun air laut masih dipenuhi sampah dan berbau, cahaya matahati tenggelam dan pemandangan masjid terapung dipantai tersebut, serta landscape kota Makassar cukup membangkitkan moodboster.

img-20151126-wa0030

Menikmati pantai losari yang sunsetnya indah, tidak lengkap jika kita tidak menikmati jajanan sepanjang garis Losari.  Jajanan yang khas dari Losari adalah pisang epe dan wedang sarabah. apakah kalian pernah dengar pisang epe sebelumnya? Atau barangkali ditempat kalian, ada juga penganan satu ini yang berbeda nama dan rasa?

download-3
wedang Sarabah
download-2
Pisang Epe

Pisang epe sebenarnya di daerah lain dinamakan sebagai pisang Bakar atau Pisang geprek. Penganan ini berbahan baku pisang khusus, yaitu pisang kepok (nama latinnya saya tidak tahu :D). Yang unik dari penganan ini adalah setelah dibakar diatas bara panas, pisang-nya digeprek atau dipipihkan dan diberikan topping berupa kacang serta pilihan lainnya. Kemudian disiram dengan cairan manis kental yaitu karamel. Saat ini, banyak Inovasi rasa yang berkembang di penjual pisang epe, yaitu : rasa durian, millo, coklat, dan keju. Menurut saya, rasa pisang epe yang yang paling enak dan direkomendasikan adalah pilihan rasa coklat dicampur keju. Karena coklat yang digunakan adalah coklat batangan (dark chocolate), jadi rasannya begitu nikmat. Namun, favorit saya rasa tetap pada rasa orginalnya hehe..

Untuk menemani pisang epe, baiknya kita menyeruput kopi atau wedang sarabah khas Makassar, dan ini cocok di sore hari. Wedang sarabah sendiri adalah minuman tradisional khas Makassar yang terbuat dari coconut milk yang direbus dengan jahe dan gula merah. Walaupun Wedang sarabah enak, bagi saya teman makan pisang epe yang paling cocok ala timur Indonesia adalah secangkir kopi itam hangat. Hmm.. jadi ingat rumah. Kebetulan kopi ditemanin pisang bakar atau goreng, juga adalah salah satu tradisi menikmati santai sore bersama keluarga atau tetangga di kampung kami.

Untuk harga, saya agak lupa ya. Karena saya ke makassar pada November 2015, tepat 1 tahun yang lalu. Jika tidak salah, seporsi ada yang menjualnya seharga Rp.900.000 hingga Rp. 12.000 per buah. Biasanya dalam satu porsi, terdapat tiga  buah pisang dan harganya saya benar-benar lupa hehe..

Ah, walaupun dimarahin habis-habisan dalam evaluasi acara oleh pengurus dan juga dimarahin oleh beberapa peserta, sejumput kopi ditemanin pisang epe panas-panas membuat saya bahagia dan betah lebih lama di pantai matahari tenggelam itu. Tiga hari yang begitu keras dan melelahkan kini terbayar sudah dengan kopi dan Sepotong pisang epe panas-panas di depan Losari Beach Makassar. Nikmat sekali…

Menanti detik-detik mahari tenggelam dan azan Magrib, jangan lupa berselfi dulu, ups 😀

img-20151123-wa0006

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s