Hal Positif Yang Saya Dapatkan dari Masyarakat Sibang Kaja, Bali

Bali begitu unik dan berbudaya. Ketika berkunjung ke Bali pada Juni 2015 silam, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan. yuk ah.. curhat dikit 😀

Sebenarnya tempat yang saya datangi ini tidak terlalu familiar dimata turis dunia atau Indonesia. Selain itu, ternyata tempat tersebut juga juga tidak terlalu menarik. Namun ada beberapa hal positif yang ingin saya sampaikan buat pembaca sekalian mengenai sisi lain dari masyarakat Bali, yang mungkin belum diketahui oleh para pembaca sekalian.

Juni 2015 silam, dalam rangka training aromatherapy, saya dan tim diundang untuk memberikan pelatihan ke desa Sibang Kaja, Abiansemal, Kabupaten Badung, salah satu desa penghasil bunga di Bali.

p1060969

Mengelilingi Desa Sibang Kaja, Bali

Bagi saya pribadi, pengalaman berhubungan dengan masyarakat Bali dan melihat keseharian mereka lebih dekat, belum pernah saya rasakan sebelumnya. Walaupun, sebenarnya ketika kuliah dulu, saya memiliki beberapa teman warga Hindu Bali di kelas. Alhamdulillah kali ini saya bisa berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat Bali dan melihat langsung budayanya. Dari melihat dan mengamati langsung adat dan budaya masyarakat Bali, saya mendapat ibrah sederhana dan hal positif yang bisa kita petik.

Berbeda dengan kebanyakan desa di Bali, Desa Sibang Kaja, dipimpin oleh seorang kepala Desa Wanita yang terlihat tegas dan berwibawa serta cantik. Suatu hari, dalam sambutan acara training kami, Kepala desa ini bercerita bahwa desa Sibang Kaja dulunya termasuk desa yang bermasalah dengan kebersihan. Ketika Beliau menjabat sebagai kepala desa, Beliau membuat program kebersihan yaitu : Apabila sampah rumah tangga dikumpulkan dan dibersihkan kemudian diserahkan ke petugas kebersihan. Setiap orang yang menyerahkan sampah akan diberikan uang sebesar Rp.20.000 per kotak sampah. Kemudian jika kesepakatan ini dilanggar dan banyak rumah atau pekarangan rumah yang kotor, setiap orang yang bertanggung jawab terhadap hal tersebut, akan dikenakan hukuman. Sederhana dan tegas. Walhasil, Desa Sibang Kaja mulai perlahan-lahan keluar dari problem sampah dan masyarakat. Dan Kata Kepala Desa Sibang Kaja, impian mereka ingin menjadi desa terbersih se- Bali. Tau gak sih ternyata desa terbersih di dunia salah satunya ada di Bali, yaitu desa Panglipur. Keren ya?

Kita patut contohi program ini dan menurut saya, baiknya setiap desa di Indonesia juga mempunyai impian yang sama. Karena kebersihan adalah sebagian dari Iman. Sebagai muslimah, saya agak malu dengan lingkungan tempat tinggal di kampung-kampung kita yang masih kotor dan kumuh. Padahal jika kita menghayati hadist bahwa kebersihan adalah sebagian dari Iman, kita bisa menciptakan lingkungan-lingkungan desa yang sehat dan bermartabat.

Selain itu, saya melihat banyak masyarakat Bali yang rajin dan taat pada ajaran mereka. Mereka selalu sembahyang berjamaah pada tengah malam dan subuh hari. Saya sempat tanyakan ke beberapa warga Bali, sebenarnya dalam satu hari itu berapa kali masyakarat Bali melakukan sembahyang? Jawabannya ternyata dalam satu hari, bisa lebih dari 5 kali masyakarat Bali melakukan Sembahyang di Pura mereka dan sembahyang pada early morning adalah salah satu kewajiban. Saya tidak tahu persis se-taat apa seluruh masyarakat Bali? Namun terlihat di beberapa pura di desa Sibang Kaja, begitu ramai masyakarat pergi sembahyang. Bahkan BALI sering disingkat oleh PNS Bali sebagai BAnyak LIburnya. Kata Kepala Desa Sibang Kaja, dalam sebulan, bisa bebera kali sembahyang wajib yang harus dilakukan dan terpaksa para pegawai negeri harus cuti dari pekerjaan mereka. hm.. luar Biasa

Bisa dibayangkan? kenapa Masyarakat Bali begitu kuat memagang prinsip agamanya dan masyarakatnya begitu Akur? menurut saya, karena mereka selalu berjamaah dan patuh pada aturan agama Hindu. Bayangin saja, sembahyang di waktu tengah malam dan early morning atau dalam Islam sama dengan Ibadah di Waktu Subuh, itu cukup berat loh. Tapi masyarakat Bali berbondong-bondong ke Pura untuk melaksanakannya. Ini yang saya lihat selama berada di Desa Sibang Kaja. Saya kurang tahu persis dengan desa lain di Bali.

Dalam agama Islam, Solat pada waktu tangah malam dikenal sebagai sholat tahajud, yaitu sholat sunnah yang sangat penting dan berpahala besar. Umat islam yakini bahwa ketika umat melaksanakan sholat tahajud, umat islam bermunajat kepada Allah SWT yang saat itu berada di Langit pertama. Kemudian, sholat tahajud juga meruapakan sholat pengabul doa dan peningkat derajat seorang Mukmin. Berbeda dengan Sholat Tahajud, sholat Subuh adalah sholat wajib dua rakaat pada waktu fajar. Kedua Sholat ini adalah solat yang sangat berat bagi muslim dan muslimah. Bahkan sholat subuh adalah solat indikator untuk membedakan mana orang munafik dan mana orang muslim yang sesungguhnya. Selain itu, Kunci kemenangan Umat Islam di Akhir Zaman adalah dengan berkualitasnya sholat subuh berjamaah yang jumlah makmumnya sama seperti Sholat JUMAT. Dan Ini Janji Allah dan Rasulullah SAW.

Adapun, sebelum sholat subuh, muslim juga disunnahkan untuk melaksanakan sholat sunah sebelum subuh terlebih dahulu, yaitu sebanyak dua rakaat. Sholat ini adalah sholat yang dahsyat, karena menurut hadist, sholat sunnah sebelum subuh ini berpahala dan berkahnya lebih dari DUNIA DAN SEISINYA. Masya allah.

Jadi, dari pengalaman saya mengamati masyarakat Bali ini, benarlah bahwa kenapa masyarakat Bali begitu kompak dan taat? Karena mereka selalu mengedepankan adat dan agama dan selalu berjamaah. Saya melihat masih banyak dikehidupan umat islam dan termasuk saya pribadi yang masih hedon dan jauh dari nilai-nilai islam. Selain itu, banyak  umat islam yang masih cuek bahkan menentang apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Bali memberikan Ibrah tersendiri dan sebagai tamparan keras bagi saya pribadi untuk taat dan berjamaah. Harusnya kita bisa doong patuh terhadap agama kita sendiri? karena umat lain saja begitu kembali kepada ajaran mereka, kenapa umat islam malah terpengaruh dengan agama lainnya?

Muhasabah Diri, Yuk..

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s