Aksi 212 dan Upaya Pengembalian Kejayaan Islam

Aksi 212 dan Upaya Pengembalian Kejayaan Islam

212
Aksi 212

Melihat perkembangan umat islam akhir-akhir ini, melalui bangkitnya gerakan islam bersatu dibawah panji gerakan 212 yang dihimpun dan dimulai oleh GNF MUI, sudah sepantasnya kita melihat dan memperhatikan dengan tekad yang bulat mengenai pergerakan yang optimis untuk kebangkitan umat islam di nusantara.

Sebagai salah satu muslimah Indonesia, saya meyakini bahwa mungkin ada maksud baik dari Allah SWT untuk umat islam Indonesia melalui kasus Penghinaan Surat Al-Maidah ayat 51,  yaitu : adanya kemarahan total dari umat islam, memicu bersatunya semua aliansi umat islam, baik ormas, instutsi agama, lembaga non pemerintah maupun seluruh stakeholder islam di masyarakat, terkecuali beberapa umat islam tertentu. Hal ini menjadi nilai berharga dan batu loncatan untuk kemandirian dan persatuan umat islam Indonesia kedepannya. Selanjutnya, dampak dari hal ini adalah timbulnya rasa simpati dan opitimis serta gerakan pemakmuran yang lebih islami untuk sektor eknomi kedepannya, baik pada tingkat mikro maupun makro. Banyak usulan yang diumumkan dan menjadi gagasan penting untuk dieksekusi, seperti : pendirian Bank Syariah 212, pendirian koperasi syariah mulai dari tingkat paling rendah, contohnya koperasi syariah antar pedagang, petani, dan nelayan. Selain itu, adanya gagasan pendirian TV 212 yang befungsi untuk memberikan informasi yang berimbang dan sepadan mengenai dinamika dunia islam.

Dua hal diatas menurut saya pribadi adalah trigger yang sudah harus disadari dan disetujui oleh semua umat islam Indonesia, terutama alumni 212. Jika 7 juta orang yang diklaim sebagai alumni 212, mempercepat dengan kompak dan berkelanjutan mengenai hal ini, titik balik kejayaan umat ini sudah depan mata.

Apa Hubungannya antara Aksi 212 dan Kejayaan Islam

Seperti dikutip dari Islampos.com,  semua negara termasuk Malaysia mengumumkan mega proyek yang akan dicapai pada tahun 2020. Selain itu, National Intelligence Council (NIC) Amerika menurunkan laporan yang berjudul “Mapping The Global Future” (Memetakan Masa Depan Global) yang berupa analisis badan intelejen dari 15 negara, menjelaskan bahwa terdapat empat skenario dunia pada tahun 2020, yaitu :  naiknya Cina dan India ke pentas dunia, Amerika berperan dalam membentuk dan mengorganisasikan perubahan global, akan kembalinya kekhalifahan Islam, dan munculnya lingkaran ketakutan dimana respon agresif terhadap ancaman teroris mengarah pada pelanggaran aturan dan sistem keamanan yang berlaku.

Dalam dunia Islam sendiri diyakini bahwa Allah subhanahu wa Taala akan mengutus para mujaddid (pembaru agama) pada setiap kurun waktu 100 tahun. Jika kehancuran dunia Islam ditandai dengan tumbangnya khilafah Turki Utsmani di tahun 1924, maka 100 tahun kemudian –menurut penanggalan hijriah- akan jatuh di tahun 2020, akan muncul pembaharu agama Islam. Berdasarkan hal ini, sudah saatnya kita tidak berleha-leha, terutama para pemuda. Siapkan pelana dan senjata kita, karena bila kita tidak menyadari dan bergerak lebih cepat, kejahatan yang terorganisir akan menggogoti setiap sendi kehidupan umat bangsa ini. Saya pribadi lebih mengkhawatirkan kondisi Umat ini bukan sekedar buih, tapi lebih tragis lagi dari itu, seperti apa yang disabdakan oleh rasulullah berikut :

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745

Jangan bangga dengan kuantitas muslim di Indonesia. Karena kuantitas tersebut sebenarnya bukanlah suatu keungulan, sebaliknya kualitas islam dan keimanan setiap individu-lah yang menjadi akan keunggulan dan sebagai penentu  kemana perjuangan ini digerakkan. Ingatlah ibroh dari perang Uhud, yaitu ketika kita terlalu berbangga dengan jumlah yang begitu banyak, jumlah tersebut malah membuat pihak Islam kalah. Oleh karena itu, kaum muslimin di Indonesia mulai memperhatikan kualitas dengan cara berikut :

Pertama, mulai digencarkan sholat subuh berjamaah sebagai langkah awal menapak kejayaan. Para pemuda harus bisa sadar dan mau dengan paksa atau terpaksa melaksanakannya. Karena persatuan umat ini akan kuat dan rapat, serta kemenangan dari Allah akan hadir, bila sholat subuh sama kualitasnya seperti sholat Jumat. Semoga dengan adanya sholat subuh berjamaah, terjalin persatuan dan kesatuan antar semua masyarakat, lembaga dan ormas Islam di Indonesia

Kedua, sudah saatnya setiap individu islam di bumi nusantara ini, kembali menghapal dan mengimplementasikan alquran serta hadist, seperti Rasul dan para sahabat contohkan. Selain itu, perbanyak membaca sejarah kebesaran islam. Kesadaran ini harus dijamaahkan dan disebarluaskan.

Ketiga, penguatan sumber daya manusia yang mumpuni baik dibidang teknologi dan pendidikan, maupun dibidang pertahanan. Para pemuda sudah harus berlatih memanah, berkuda, dan berenang.

Keempat, penguatan ekonomi melalui bisnis kerakyatan berbasis islam. Karena kita sudah mempunyai modal besar, yaitu jumlah penduduk Indonesia yang berkirasar 250 juta jiwa dan 85% adalah islam. Jumlah ini diperhitungkan dalam membangun kekuatan ekonomi Indonesia. Karena negeri ini masih bermayoritas umat Islam, dengan membangun kesadaran ini, cepat atau lambat, dominasi sector ekonomi bisa beralih ketangan islam. Mengapa penguatan ekonomi kerakyatan? Karena seluruh akses sumber bahan baku sebenarnya ada dikalangan menengah kebawah, dan pasar pun terbesar ada di kalangan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Sebagaimana diketahui bahwa factor vital dan menjalankan sebuah roda bisnis adalah bahan baku dan pasar. Jadi, umat Islam yang juga adalah pebisnis harus bisa jeli alam hal ini. Cobalah untuk mulai bersatu dalam sector apapun, baik membentuk kelembagaan maupun koorporasi. Karena salah satu yang mematikan para spekulan dan kapitalis serta monopoli adalah kekuatan kelembagaan yang kokoh dan kuat ditingkat penyedia bahan baku.

Semoga Kejayaan Umat dan negara  Ini dapat tercapai. Karena Ingat?

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 139)

Wallahu alam

 

Advertisements

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s