Belajar Bersyukur dari Keluarga Pemulung

Belajar Bersyukur dari Keluarga Pemulung

Image result for bocah pemulung
ilustrasi

Setiap hari saya lewati tempat yang sama. Di sana saya sering melihat 3 orang anak kecil tidur-tiduran dilantai, di depan pagar pembungkus koperasi dengan beralas Koran. Saya ingin sekali bertanya “dimana orang tua kalian wahai anak kecil?” kenapa kalian sering disini? Gak kepanasan atau berdebu atau berasap dengan lalu lalang kendaraan?” Tapi ah.. saya tidak bisa berbuat apa-apa jika mereka menjawab “ibu kami sedang memulung, kami tidak punya rumah, hanya gerobak dan emperan tempat sandaran kami.” Ya Allah hanya doa yang bisa saya panjatkan kepada mereka. Semoga mereka bisa mempunyai tempat tidur yang lebih baik dan lebih nyaman.

Tapi, kenapa mereka terlihat bahagia? Padahal hati saya tidak terlihat bahagia melihat mereka. Mereka bocah-bocah polos yang mungkin lahir di emperan atau gerobak. Mereka bahkan tidak peduli bahwa sandaran duduk mereka adalah pagar besi dan alas duduk mereka adalah karung. Tidak ada tempat main atau hidup yang layak. Mereka kumuh dan kotor seperti gerobak mereka. Namun ada pancaran kebahagiaan dan rasa syukur disemburat wajah mereka yang lebih dari kegembiraan orang-orag dalam rumah gedongan itu. Saya sampai sekarang belum tau apa pekerjaan ayah dan ibu mereka. Saya hanya melihat mereka berprofesi sebagai pemulung. Ibunya tidak meminta-minta, namun memulung. Bukankan lebih mulia?

Pernah suatu hari saya pulang dari les hari sabtu siang, saya melihat adik perempuan dari 4 orang tersebut sedang terlelap dalam gerobak beralaskan sampah berlapis kardus. Dia tertidur dengan nyenyak seperti tidur beralaskan spring bed dan dalam ruangan ber-AC. Ya Allah, hati saya teriris, ingin saya ajak anak ini tidur dikamar kosan saya, tapi apakah ibu kos saya mengijinin? Sementara adiknya tertidur, tiga orang kakak-beradik lainny, asik bermain, ditemani sebungkus roti coklat. Sepertinya ada orang yang berempati dengan mereka. Mereka sangat bahagia dan bersyukur. Kebahagiaan mereka menghapus semua rasa bahwa mereka hidup di gerobak dan emperan. Sungguh rasa syukur mereka lebih dari siapapun.

Suatu hari, ketika hujan deras turun membasahi Jakarta. Hari agak gelap, kira-kira sekitar jam 7 sore. Saya tidak bisa mengalihkan pikiran saya ke yang lain. Pikiran saya tertuju pada keluarga pemulung tadi. Sekarang mereka berlindung dimana? Bahkan rumah kardus saja mereka tidak punya. Lagi-lagi, saya hanya bisa memanjatkan doa. Besoknya saya mengecek, ternyata mereka baik-baik saja dan bahagia. Alhamdulillah
Saya tidak bisa membayangkan dinginnya malam berhembus hujan. Mereka berhangatkan diri dengan apa? Saya tidak melihat koleksi pakaian atau lemari mereka dengan selimut tebal didalamnya. Simpan dimana selimut mereka?. Apakah anak-anak polos dan ceria itu sempat mengeluh atau menangis dan menanyakan Ma, Pah, kenapa kita hidup disini? kenapa kita tidak punya rumah? Apa yang harus dijawab oleh kedua orang tuanya.

Saya jadi teringat masa kecil saya, ketika musim paceklik tahun 1998. Setiap hari, kami hanya makan ubi dan ubi. Saya sampai menangis dan mengatakan kepada kedua orang tua saya “kenapa setiap hari kita makan seperti ini?” Kapan kita bisa makan beras?”  Ibu saya hanya bisa diam dalam kesedihan. Hal ini dikenang oleh Ibu saya bertahun-tahun, sehingga ketika kami makan ubi, beliau selalu ingat masa-masa itu dan mengulang kembali pertanyaan saya.

Siang ini saya kembali melihat ke empat anak tadpemulung itu  sedang bermain di emperan koperasi bersama Ibunya. Saya perhatikan dengan baik, si anak yang tua harusnya sudah bersekolah, tapi dengan kondisi kehidupan yang demikian, mungkin mereka tidak sanggup. Ada keceriaan yang menghilangkan semua kesusahan dan kegudahan. Mereka seolah-olah hidup normal dan tidak pernah mengeluh. Begitu juga dengan ibu mereka yang tidak menampakan prihatin dan kesedihan. Sepertinya ibunya juga tidak tahu cara menyekolahkan anak-anaknya. Sebuah interpretasi dan nilai rasa syukur yang tinggi yang tampak dari keluarga kecil pemulung ini. Herannya saya, sudah hidup dijalan, mereka punya banyak anak. Seolah-olah tidak ada rasa khawatir membesarkan anak mereka dengan layak. Mungkin Si Ibu tau bahwa setiap anak punya rezekinya sendiri.

Sementara disekitar si keluraga pemulung ini, berdiri rumah-rumah gedongan berpagar tinggi. Hidup mereka sangat kontras dengan kehidupan pemulung ini. Setiap hari mereka dengan berkendaraan melewati anak-anak pemulung yang sedang bermain. Asap kanalpot saja yang diberikan kepada anak-anak ini. Seakan seperti pemandangan biasa saja bagi penghuni kompleks ini. Sehingga tidak ada inisiatif untuk bagaimana membantu orang susah ini, walaupun hanya garasi untuk rumah atau biaya pendidikan anaknya. Padahal mungkin uang jajan anak-anak mereka bahkan lebih besar dari pendapatan si keluarga pemulung tadi. Ya Allah pemandangan yang sangat miris dikehidupan kota Jakarta ini. Orang-orang hidup dengan prinsip loe-loe, gw-gw, sehingga mengabaikan rasa social dan kemanusiaan. Saya bisa mengatakan bahwa gerobak keluarga pemulung ini adalah tembok pembatas antara mereka dan keluarga dalam rumah-rumah gedongan itu, bagaikan kaum borjouis dengan kaum buruh. Setahu saya, yang hidup di komplek tersebut banyak orang alim dan beragama, tapi kenapa masih biasa saja reaksinya terhadap keluarga ini.

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh teman saya ketika saya melontarkan pertanyaan mengenai hal ini. Jawabanya adalah Banyak orang susah yang serumpun dengan keluarga ini, jadi jika hari ini ada orang yang memberika fasilitas dan bantuan kepada keluarga ini, datanglah keluarga yang lain dan menyusul yang lain, sehingga menjamurlah keluarga-keluarga baru yang malas dan hanya berharap kasih dari bantuan tersebut. Seperti pengemis yang subur karena sering diberi. Tapi menurut saya prinsip demikian salah. Allah berfirman dan memberi teguran kepada Manusia dalam Q.S Surah Al Ma’un (1-7) :
(1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?, (2) Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, (3) Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin, (4) Maka celakalah orang yang sholat, (5) (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya, (6) yang berbuat Ria, (7) yang enggan (memberikan) bantuan.
Jangan sampai sikap kita mengabaikan ayat ini. Lalu pertanyaannya dimanakah pemimpin (lurah, RT, atau RW) kompleks tersebut? Apakah mereka tidak punya inisiatif sama sekali membantu musafir ini? Bukankah, mereka pemulung itu adalah tetangga kaum borjouis dan elit itu? Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)

Masya Allah, sesungguhnya ada ancaman dalam ayat diatas bagi kita yang berpikir dan sadar. Hidup begitu penuh dinamika, intrik, dan dosa.

Ada pelajaran yang berharga dan makna dari sebuah kehidupan. Ya, paling tidak dari keluarga pemulung ini saya bisa banyak mengambil ibrah kesabaran dan rasa syukur yang tinggi kepada Allah SWT. Jangan suka mengeluh dengan semua masalah yang datang. Jika engkau belum mampu saat ini, maka lihatlah kebawah, sehingga engkau tetap bersabar dan qonaah. Jika uangkau berkecukupan, lihatlah ke atas, sehingga engkau tidak merasa sombong dan Jumawa. Melihat keluarga pemulung ini, semoga kita bisa meningkatkan rasa empati dan hubungan sosial terhadap sesama manusia, terutama saudara kita seiman. Walaupun kadang banyak juga pemulung jadi-jadian yang ada di Kota Jakarta. (Tulisan lama, 2013)

Advertisements
Yuk Berkunjung Ke Pantai Jikumarasa, Pulau Buru

Yuk Berkunjung Ke Pantai Jikumarasa, Pulau Buru

Dibalik keterisolirnya sebagai “penjara” tahanan orde baru, Pulau Buru menyimpan “harta” lain yang tak terkira, yaitu pantai-pantai yang memukau dan berpotensi sebagai spot-spot diving, surfing, dan snorkeling. Salah satu pantai yang juga telah menjadi primadona untuk snorkeling adalah Pantai Jikumarasa.

Pantai Jikumarasa terletak di Desa Jikumarasa, Kecamatan Namlea, yaitu sekitar 9-10 Km dari Bibir kota Namlea. Pantai ini dari dulu merupakan tempat favorit wisata masyarakat Pulau Buru. Sebenarnya, kebanyakan pantai yang ada di Pulau Buru mempunyai karakteristik yang sama, yaitu : berpasir halus dan putih bersih. Namun, ada keunikan tersendiri dari Pantai Jikumarasa dibanding pantai-pantai lainnya di Pulau Buru, yaitu terhubung dengan sungai, sehingga kita bisa menikmati pantai dan sungai yang menawan.

namlea
Pantai Jikumarasa Pulau Buru

Disepanjang bibir pantai jikumarasa, tumbuh pohon cemara laut berjejer-jejer hijau sepanjang mata memandang. Nyiur dan bakau terlihat apik dipelataran pantai dan Sungai Bom, sungai yang terhubung dengan pantai Jikumarasa tersebut. Inilah kolaborasi Unik dari Pantai yang selalu saya rindukan untuk di Kunjungi. Selain itu, di belakang Desa Jikumarasa terdapat gunung-gunung yang berjejer hijau. Sehingga kita melihat seolah-olah Pantai Jikumarasa dipagari oleh gunung-gunung hijau tersebut. Ah rasanya seperti ada sepotong Syurga ditepi Pulau.

Konon, menurut cerita masyarakat Namlea, Sungai Bom terbentuk karena hasil ledakan bom tentara Jepang yang diluncurkan dari Pesawat. Waktu itu, bom-bom dijatuhkan untuk membumi hanguskan tentara sekutu pada perang dunia ke Dua. Jika cerita ini benar, maka ada peninggalan sejarah yang tak ternilai dan tidak diketahui bahkan oleh generasi sekarang. Distinasi wisata didaerah ini merupakan distinasi wisata dan history.

Pantai Jikumarasa sangat ramai dikunjungi masyarakat pada week day, terutama pada hari minggu dan juga pada waktu libur. Pengunjung yang datang ke pantai ini, kebanyakan adalah rombongan pelajar dan keluarga yang menghabiskan akhir pekannya. Rata-rata pengunjung berasal dari kota Namlea sendiri. Pengunjung seperti turis asing sangat jarang terlihat. Hal ini karena sampai saat ini, promosi tempat ini belum terlalu masif dan akses ke Pulau Buru masih sulit dan panjang.

Saat ini fasilitas yang tersedia adalah satu kafe dan penginapan, sedangkan fasilitas terbaru adalah permainan banana boot. Dulu permainan air di Pantai Jikumarasa hanyalah ban karet yang berfungsi untuk membantu pengunjung berenang. Selain itu, kadang-kadang pengunjung menyewa perahu nelayan. Itupun jika disediakan masyarakat desa setempat. Untuk fasilitas kafe dan penginapan, tempat-tempat ini jarang diminati oleh pengunjung lokal. Karena selain masih mahal, dari dulu hingga sekarang pengunjung yang datang ke tempat ini hanya sekedar bertamasya dari pagi hingga sore. Bagi masyarakat Namlea (pengunjung), menikmati pantai pada malam hari bukanlah sesuatu yang biasa, sehingga kebanyakan pengunjung tidak pernah menikmati indahnya malam di Pantai Jikumarasa.

Jika pengunjung merasa bosan bermain air laut, pengunjung dapat menikmati sungai dan pemandangan sungai yang menawan. Biasanya sungai ini dipakai untuk membilas diri dari air laut.

TRANSPORTASI

Untuk menuju ke pantai ini, pengunjung bisa menggunakan motor, mobil, atau angkutan umum. Jika menggunakan angkutan umum, tarif pulang perginya yaitu Rp 18.000 per orang, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Untuk masuk ke tempat ini pengunjung hanya membayar tarif masuk sebesar Rp 5000 per orang dan jika ingin memarkir kendaraan dalam kawasan pantai, pengunjung harus menambah bayaran lagi sebesar Rp 5000 per kendaraan.

Bagi anda wisatawan dari luar Pulau Buru, tentunya untuk ke Pantai Jikumarasa, anda harus datang dulu ke Pulau Buru. Untuk ke Pulau Buru, bisa menggunakan transportasi laut dan udara melalui kota Ambon. Transportasi laut yang dapat digunakan yaitu kapal besar seperti KM. Lambelu atau KM. Mapulu. Namun, kapal-kapal ini biasanya dua minggu sekali baru bisa ke Namlea, karena rute perjalanannya panjang yaitu : Jakarta-Sulawesi-Ambon-Namlea. Biaya transportasi pulang pergi menggunakan kapal-kapal ini untuk rute Ambon- Namlea, yaitu sekitar Rp 180.000 per orang. Waktu perjalanannya selama 5 jam.

Selain kapal besar, bisa juga menggunakan kapal-kapal kecil yang banyak tersedia seperti KM. Elizabet dan lainnya. Tarif pulang pergi sebesar Rp 200.000 per orang. Perjalan yang ditempuh menggunakan kapal kecil ini selama 7 jam. Selain itu, bisa menggunakan alternatif lain yaitu feri, yang setiap hari pasti ada, namun perjalanan yang ditempuh sekitar 8 hingga 9 jam (Ambon-Namlea). Tarif pulang pergi yaitu Rp 150.000 per orang. Perjalan laut ini mungkin sangat lama bagi yang belum terbiasa, sehingga sebaiknya dalam perjalanan laut, perlu membawa obat anti mabuk. Selain itu, bagi yang ingin ke Pulau Buru dengan perjalanan laut, sebaiknya jangan pada bulan Februari, Juli, dan Juni. Karena pada bulan-bulan tersebut gelombang lautnya tinggi, sehingga bisa menggunakan alternatife kedua yaitu melalui jalur udara. Jika menggunakan jalur ini, waktunya hanya 25 menit untuk perjalanan dari kota Ambon ke Namlea. Namun, jika menggunakan transportasi ini, siap-siap untuk merogok kocek sekitar Rp 300.000 sekali jalan. Jadi untuk bolak-balik, biaya yang diperlukan sekitar Rp 600.000. Untuk Penginapan wisatawan bisa menginap di penginapan dengan tarif mulai dari Rp 150.000 per malam.

Info terbaru, pada tahun 2017, insha allah, akan diresmikan bandara Internasional di Pulau Buru. So, bagi anda yang tertarik berkunjung ke Jikumarasa, anda tidak usah khawatir. Karena perjalanannya akan semakin mudah dan langsung dari Jakarta dan Kota-kota besar lainnya.

Bagi anda yang ingin mengunjungi pantai ini, saya sarankan datanglah di pagi hari karena anda akan menikmati indahnya sunrise pagi diatas sungai yang menganga ke laut. Selain itu anda bisa menghirup udara segar yang berhembus dari pohon-pohon cemara laut Pantai Jikumarasa.

Semoga Info Ini bermanfaat 😀

Pengalaman Ikut Tes Di Sakamoto

Pengalaman Ikut Tes Di Sakamoto

screenshot_2016-12-24-18-45-42-1-1

Cuma mau share pengalaman ikut tes untuk menjadi pengajar di Sakamoto hehe..

Awalnya saya dapat informasi mengenai lowongan pengajar ini dari Website Karir Alumi, Universitas saya. Setelah lihat persyaratan yang diminta, ah kelihatanya mudah. Yang diminta cuma mengajukan CV saja. Setelah satu minggu, saya dapat SMS pemberitahuan seperti diatas untuk mengikuti tes besok. Besok? mampus gw. Ya, saya benar-benar belum siap, apalagi saya tidak punya pengalaman mengajar matematika sebelumnya dan juga bukan lulusan matematika.

Bayangkan sudah 3 tahun saya tidak pernah pegang buku apapun, termasuk matematika. Dalam bayangan saya, soal ujian pengetahuan dasar yang akan diujikan pada besoknya itu seperti soal ujian masuk perguruan tinggi atau universitas. Huft sempat panik dan hopeless, karena saking khawatir gak bisa dan saya kelihatan oon-nya :D.

Malam-nya saya coba-coba buka lagi materi pengetahuan dasar, saya mencoba tenang dan berpikir, ah mungkin saja yang dimaksud dengan Ujian Matematika dasar itu untuk anak SD. Saya coba buka web SAKAMOTO dan disana saya temukan banyak contoh-contoh soal. Saya coba menebak-nebak. Sebenarnya mudah sih kalo dilihat dari sola-soal dalam web situ. Saya agak sedikit tenang dan yakin kalo saya bisa ikut ujian besok.

Besok paginya saya berangkat dari Depok jam 8.00. Hello.. saya pikir bisa sampai tepat waktu. Ternayta.Alamak, baru sampai di stasiun Duri, waktu udah pukul 10.00. Mampus gw.. telat gw. huft.

saya coba sms pihak sakamoto dan minta maaf jika saya agak terlambat, dan saat ini saya masih di stasiun Duri. Deg-Degan.. hampir saya mau balik lagi ke Depok karena lama banget baru dibalas oleh HRD Sakamoto. Alhamdulillah..

Saya turun di stasiun Tangerang dan naik angkot dua kali ke kantor pusat Sakamoto, di Ruko Pinangsia, Karawaci. Pas saya lihat jam, ya allah ternyata udah jam 12.30. Buset.. saya terlambat 2.5 jam haha. Tapi bodo amat, saya tetap datang dan lapor. Eh ternyata ada juga yang telat dan saya yang paling terkahir hehe. walhasil dalam ruangan tes, cuma ada saya sendiri.

Mengenai tes.. hmm..  ini agak suprise juga, karena baru pertama kali dan gak ada persiapan sedikit pun. Si mba cantik HRD datang keruangan bawa Stopwatch loh dan disetting pas 30 menit, gak ada waktu tambahan.huft..

Saya belum disuruh buka lembar soal, tapi diminta untuk mendengarkan arahan. Kata mba HRD, waktu tes cuma 30 menit. “Langsung menjawab soal tanpa ada perhitungan dalam lembar jawaban”. Harus bisa membedakan “per” dan tanda titik ganda, karena fungsinya beda. Haduh bingung saya, mana soalnya belum bisa dibuka lagi. Pas dibilang “paham?”, saya cuma mengangguk ya paham. binggung mau tanya apa lagi :D.

Waktu tes dihitung ketika mulai membuka lembar soal. Mungkin karena saya rada panik, saya benar-benar lupa jumlah soalnya ada berapa? wakwak.. sampai sekarang saya bahkan tidak ingat berapa jumlah total dari soal yang harus dikerjakan selama 30 menit. sumpah. saking paniknya, sampai saya lupa baca bismillah. hmm..

Sekedar kisi-kisi nih, soal terdiri atas :

  1. konversi satuan dari liter ke kilo liter
  2. Konversi dari kg ke gram dan meter ke km dan sebaliknya
  3. penjumlah, pengurangan, perkalian dan pembagian pecahan
  4. urutan angka dari yang terbesar ke terkecil. tapi angkanya dalam bentuk pecahan o,5 dan 4/6 (misalnya). Diurutkan mana yang paling besar dan terkecil.
  5. Konversi waktu
  6. Pengurangan angkat 0,0009 (misalnya) ke 1.8 dll (contohnya seperti itu). Saya lupa

Dari semua soal itu, ada beberapa soalnya yang gak kejawab dan hanya ada satu soal yang saya ingat dengan jelas sampai sekarang. Soal itu pun soal terakhir dan gak bisa saya jawab karena waktu habis :(. Padahal jenis soal itu, pada malam-nya sudah saya coba pelajari dan mengerti cara penyelesaianya. Eh pas lihat soal ujian, kok gak dapat-dapat hasilnya dan binggung. hiks-hiks. Akhirnya teng. Waktu habis. huft. Setelah ujian baru saya coba menyelesaikannya dan ketemulah jawaban versi Saya hehe.. wallahu alam benar apa salah.

Penasaran soal terkahir tes masuk sakamoto? Cekidot :

Soalnya saya tulis dengan tangan saja ya.

Pertanyaannya : Lengkapi kotak-kotak kosong di bawah ini sehingga jika dijumlahkan setiap kolom, baris dan diagonalnya bernilai sama.

20161224_195032

Nah guys, dengan pertanyaan diatas cara menjawabnya gimana?

Ini jawaban menurut saya, total semua angka diatas adalah 2o dan ada 6 kotak kosong. Ingat semua sisi harus sama jumlahnya, begitu juga dengan diagonalnya.

Hmm Pasti kalian tebak totalnya 20 ya? yup, saya juga pikir seperti itu. Ternyata dengan menjawab 20, semua baris dan diagonal gak bisa terisi. Akhirnya saya menyimpulkan bahwa semua total angka, baik secara horizontal maupun vertikal dan pada diagonalnya yaitu 15. KOK BISA 15? Yup, Caranya sebagai berikut :

  1. Kotak yang akan kita lengkapi pertama kali adalah kota kosong sebelum angka 9. Jadi, untuk mendapat total angka 15, jumlahkan semua angka yang tersedia dan bagi dengan 5. Angka 5 didapatkan dari jumlah kotak kosong setelah angka 9, 8 dan 3.
  2. Hasil yang didapat adalah angka 4. Selanjutnya, angka ini dicantumkan pada kotak kosong sebelum angka 9. Jadi, hasil yang didapatkan secara vertikal 15.
  3. Untuk melengkapi kotak lainnya, harus satu demi satu. Pertama, lengkapi kotak horizontal dengan menjumlahkan angka 9 dan 4. Hasilnya adalah 13. Nah untuk menggenapkan menjadi 15, kita harus kurangi angka 15 dengan 13, jadi hasilnya adalah 2. Angka 2 ini ditulis setelah angka 9.
  4. Langkah selanjutnya adalah mengerjakan sisi diagonal yaitu antara angka 2 dan 8. Diantara dua angka tersebut, kita isi dengan angka 5. Ingat, 15 dikurangi dengan 10.
  5. Dan selanjutnya.. hingga lengkap. Jika diperhatikan urutan pengerjaanya, semua sisi akan seimbang dan terisi dengan angka yang jika ditotalkan berjumlah 15

Mudah bukan? iya kalo lu kagak panik dan waktunya tercukupi.

Semoga informasi ini bermanfaat 😀

.

Bahagia Itu Sederhana “Om Telolet Om”

Bahagia Itu Sederhana “Om Telolet Om”

Dipenghujung tahun 2016, ketika banyak masalah negara, bangsa dan sosial yang memicu naiknya tengsi darah sebagian masyarakat Indonesia, tiba-tiba muncul fenomena heboh, lucu, dan menghibur  “OM TELOLET OM…” 😀

telolet-1

Sederhana tapi mengguncang dunia maya dan nyata. Bahkan cuitan ini menjadi trending topik dunia dalam perjagatan Twitter dan Instagram. Saya dan beberapa orang pun jadi ikut-ikutan latah “OM TELOLET OM” 😀

Seperti dilansir dalam BBC.COM, ternyata “OM TELOLET OM” ini telah dikicaukan sebanyak 445.000 kali di Twitter dan menjadi trending topik dunia. Tak kalah heboh dengan Twitter, “OM telotel OM” juga disinggung lebih dari 80.000 kali di Facebook. Gila kan? padahal kicaukan ini baru disiarkan selama lima hari. Saya sih belum cek lagi, apakah trending topik ini masih bertengger di Twitter atau sudah hilang? Yang jelas, karena telah menjadi trending topik dunia, banyak artis dan DJ papan atas dunia  ikut-ikutan berkicau “OM TELOLET OM” hehe.

Lebih menghebohkan lagi, Presiden Obama juga ikut berkomentar 😀

capture-telolet-obama-480x272

Ini karena banyak Masyarakat Indonesia yang mention “Om Telolet OM” di wall Presiden Obama. Nakal Bangat 😀

Sebenarnya fenomena ini mucul dari mana sih? ini nih pertanyaan yang juga ingin saya tanyakan?

Dikutip dari beberapa media masa sepeti BBC.COM, Detik.COM, “Om TELOLET Om” pertama kali digaungkan oleh anak-anak didaerah Jepara. katanya ini adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas, dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik dengan bunyi “Telolet telolet”. Karena seru dan lucu, ada beberapa orang yang mengambil video ini dan menggunggahnya ke media sosial.  Walhasil dengan latahnya orang Indonesia, banyak yang meniru-nirukan dengan cara yang lucu dan mencuitkannya ke beberapa wall Twitter artis dunia. Selain ngetwit, mereka juga menantang artis-artis tersebut untuk membuatkan lagu atau remix dari teriakan “OM telolet OM”.

“Om telolet Om” begitu mewabah dan banyak memunculkan “meme kocak” yang lucu. Katanya sih bahagia itu sederhana. Yup, hanya dengan melihat video Om telolet Om, orang bisa ikut senang dan bisa melupakan berbagai persoalan yang ada. Bahkan akibat fenomen ini, orang-orang sampai melupakan beberapa kasus penting dan kurang fokus ketika berkomentar di wall orang lain 😀

Eh tapi jangan senang dulu, katanya, polisi menghimbau untuk tidak lagi ada teriakan “OM telolet OM” dijalan. Karena hal ini cukup berbahaya dan dapat menimbulkan kecalakaan, terutama bagi anak-anak loh!. Kalo buat OM Polisi sih gak apa-apa hihi.. soalnya banyak juga video “om telolet om” yang diupload oleh Pak Polisi sendiri hihi.

Hmm..namanya juga fenomena, pasti akan menguap dengan sendirinya setelah beberapa hari ke depan. Tapi, kita telah mencatat sejarah baru bahwa dipenghujung tahun 2016, ada sebuah fenomena lucu  dari Indonesia yaitu “OM telolet OM ” yang menjadi trending topik  dan menghebohkan dunia maya dan seisinya.

Kira-kira di 2017 nanti ada apa lagi ya? apakah? OM NIKAH OM 😛

Semoga kita masih teteap fokus untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Indonesia.

Nikmatnya Sejumput Kopi dan Pisang Epe di Pantai Losari

Nikmatnya Sejumput Kopi dan Pisang Epe di Pantai Losari

Terkisah, suatu hari bocah besar (saya maksudnya hehe), sangat ingin pergi ke kota Makassar dan doanya terkabul, alhamdulillah. Saya pribadi sangat senang, karena salah satu list tempat di Indonesia yang ingin saya datangi adalah Kota Makassar.

Wellcome Makassar!

Travelling kali ini bertujuan untuk melaksanakan event nasional asosiasi kami, yaitu konferensi nasional Minyak Atsiri (KNMA) dan tempat yang dituju adalah Kota Makassar. Kota Makassar adalah salah satu kota terbesar di Indonesia bagian timur. Kota ini telah menjadi kota pelajar dan sekaligus kota yang strategis untuk mempertemukan semua stakeholder atsiri di bumi Indonesia bagian timur. Selain itu, kota yang terkenal dengan “Ayam Jago dari Timur” sebagai pahlawannya ini, mempunyai pantai Losari dan Pisang Epe yang sangat menggoda. Oleh karena itu, untuk menyelenggarakan Event penting kami, dipilihlah Kota Makassar sebagai lokasi dan tuan rumahnya.

Saya tidak akan menceritakan mengenai event diatas, jadi saya ingin fokus terhadap apa yang saya datangi saja ya hehe.  Alhamdulillah, ketika di Makassar, beberapa tempat idola kaum instagram sudah saya kunjungi yaitu: Benteng Roterdam, Pantai Losari dan Masjid Terapung, Mall Panakukkang :D,  warung ikan Bakar dan juga tempat jajanan pisang epe disepanjang garis Losari.

img-20151123-wa0005
Sunset di tengah Tulisan Pantai Losari

Losari Beach adalah nama pantai yang tidak berpasir, yang berada ditepi teluk Makassar. Sebenarnya Pantai Losari ini, dulu, menurut Pemerintah Makassar adalah pantai yang biasa saja. Karena banyak masyarakat yang membuang sampah sembarang dan menyebabkan teluk Makassar kotor, dibuatlah Pantai Losari ini. hmm.. rupanya walaupun sudah dicegah dan diadakan pembersihan oleh pemerintan Kota Makassar, pertama kali datang ke tempat ini, kesan yang muncul dari saya adalah “ Uh Kotor”. Ya, memang Losari sangat kotor pada waktu itu. Ini tidak seperti yang saya lihat di media yang sering saya tonton.Agak kecewa sih. Karena walaupun sudah banyak fasilitas kebersihan dan public yang disediakan oleh pemerintah daerah, tetap saja belum ada perhatian yang sungguh-sungguh dari masyarakat kota Makassar. Kebetulan pada waktu it, ada festival band dan konser music, jadi banyak sampah berserakan. Tapi ya sudahlah.., walaupun air laut masih dipenuhi sampah dan berbau, cahaya matahati tenggelam dan pemandangan masjid terapung dipantai tersebut, serta landscape kota Makassar cukup membangkitkan moodboster.

img-20151126-wa0030

Menikmati pantai losari yang sunsetnya indah, tidak lengkap jika kita tidak menikmati jajanan sepanjang garis Losari.  Jajanan yang khas dari Losari adalah pisang epe dan wedang sarabah. apakah kalian pernah dengar pisang epe sebelumnya? Atau barangkali ditempat kalian, ada juga penganan satu ini yang berbeda nama dan rasa?

download-3
wedang Sarabah
download-2
Pisang Epe

Pisang epe sebenarnya di daerah lain dinamakan sebagai pisang Bakar atau Pisang geprek. Penganan ini berbahan baku pisang khusus, yaitu pisang kepok (nama latinnya saya tidak tahu :D). Yang unik dari penganan ini adalah setelah dibakar diatas bara panas, pisang-nya digeprek atau dipipihkan dan diberikan topping berupa kacang serta pilihan lainnya. Kemudian disiram dengan cairan manis kental yaitu karamel. Saat ini, banyak Inovasi rasa yang berkembang di penjual pisang epe, yaitu : rasa durian, millo, coklat, dan keju. Menurut saya, rasa pisang epe yang yang paling enak dan direkomendasikan adalah pilihan rasa coklat dicampur keju. Karena coklat yang digunakan adalah coklat batangan (dark chocolate), jadi rasannya begitu nikmat. Namun, favorit saya rasa tetap pada rasa orginalnya hehe..

Untuk menemani pisang epe, baiknya kita menyeruput kopi atau wedang sarabah khas Makassar, dan ini cocok di sore hari. Wedang sarabah sendiri adalah minuman tradisional khas Makassar yang terbuat dari coconut milk yang direbus dengan jahe dan gula merah. Walaupun Wedang sarabah enak, bagi saya teman makan pisang epe yang paling cocok ala timur Indonesia adalah secangkir kopi itam hangat. Hmm.. jadi ingat rumah. Kebetulan kopi ditemanin pisang bakar atau goreng, juga adalah salah satu tradisi menikmati santai sore bersama keluarga atau tetangga di kampung kami.

Untuk harga, saya agak lupa ya. Karena saya ke makassar pada November 2015, tepat 1 tahun yang lalu. Jika tidak salah, seporsi ada yang menjualnya seharga Rp.900.000 hingga Rp. 12.000 per buah. Biasanya dalam satu porsi, terdapat tiga  buah pisang dan harganya saya benar-benar lupa hehe..

Ah, walaupun dimarahin habis-habisan dalam evaluasi acara oleh pengurus dan juga dimarahin oleh beberapa peserta, sejumput kopi ditemanin pisang epe panas-panas membuat saya bahagia dan betah lebih lama di pantai matahari tenggelam itu. Tiga hari yang begitu keras dan melelahkan kini terbayar sudah dengan kopi dan Sepotong pisang epe panas-panas di depan Losari Beach Makassar. Nikmat sekali…

Menanti detik-detik mahari tenggelam dan azan Magrib, jangan lupa berselfi dulu, ups 😀

img-20151123-wa0006

Hal Positif Yang Saya Dapatkan dari Masyarakat Sibang Kaja, Bali

Hal Positif Yang Saya Dapatkan dari Masyarakat Sibang Kaja, Bali

Bali begitu unik dan berbudaya. Ketika berkunjung ke Bali pada Juni 2015 silam, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan. yuk ah.. curhat dikit 😀

Sebenarnya tempat yang saya datangi ini tidak terlalu familiar dimata turis dunia atau Indonesia. Selain itu, ternyata tempat tersebut juga juga tidak terlalu menarik. Namun ada beberapa hal positif yang ingin saya sampaikan buat pembaca sekalian mengenai sisi lain dari masyarakat Bali, yang mungkin belum diketahui oleh para pembaca sekalian.

Juni 2015 silam, dalam rangka training aromatherapy, saya dan tim diundang untuk memberikan pelatihan ke desa Sibang Kaja, Abiansemal, Kabupaten Badung, salah satu desa penghasil bunga di Bali.

p1060969
Mengelilingi Desa Sibang Kaja, Bali

Bagi saya pribadi, pengalaman berhubungan dengan masyarakat Bali dan melihat keseharian mereka lebih dekat, belum pernah saya rasakan sebelumnya. Walaupun, sebenarnya ketika kuliah dulu, saya memiliki beberapa teman warga Hindu Bali di kelas. Alhamdulillah kali ini saya bisa berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat Bali dan melihat langsung budayanya. Dari melihat dan mengamati langsung adat dan budaya masyarakat Bali, saya mendapat ibrah sederhana dan hal positif yang bisa kita petik.

Read more

Aksi 212 dan Upaya Pengembalian Kejayaan Islam

Aksi 212 dan Upaya Pengembalian Kejayaan Islam

212
Aksi 212

Melihat perkembangan umat islam akhir-akhir ini, melalui bangkitnya gerakan islam bersatu dibawah panji gerakan 212 yang dihimpun dan dimulai oleh GNF MUI, sudah sepantasnya kita melihat dan memperhatikan dengan tekad yang bulat mengenai pergerakan yang optimis untuk kebangkitan umat islam di nusantara.

Sebagai salah satu muslimah Indonesia, saya meyakini bahwa mungkin ada maksud baik dari Allah SWT untuk umat islam Indonesia melalui kasus Penghinaan Surat Al-Maidah ayat 51,  yaitu : adanya kemarahan total dari umat islam, memicu bersatunya semua aliansi umat islam, baik ormas, instutsi agama, lembaga non pemerintah maupun seluruh stakeholder islam di masyarakat, terkecuali beberapa umat islam tertentu. Hal ini menjadi nilai berharga dan batu loncatan untuk kemandirian dan persatuan umat islam Indonesia kedepannya. Selanjutnya, dampak dari hal ini adalah timbulnya rasa simpati dan opitimis serta gerakan pemakmuran yang lebih islami untuk sektor eknomi kedepannya, baik pada tingkat mikro maupun makro. Banyak usulan yang diumumkan dan menjadi gagasan penting untuk dieksekusi, seperti : pendirian Bank Syariah 212, pendirian koperasi syariah mulai dari tingkat paling rendah, contohnya koperasi syariah antar pedagang, petani, dan nelayan. Selain itu, adanya gagasan pendirian TV 212 yang befungsi untuk memberikan informasi yang berimbang dan sepadan mengenai dinamika dunia islam.

Dua hal diatas menurut saya pribadi adalah trigger yang sudah harus disadari dan disetujui oleh semua umat islam Indonesia, terutama alumni 212. Jika 7 juta orang yang diklaim sebagai alumni 212, mempercepat dengan kompak dan berkelanjutan mengenai hal ini, titik balik kejayaan umat ini sudah depan mata.

Apa Hubungannya antara Aksi 212 dan Kejayaan Islam

Seperti dikutip dari Islampos.com,  semua negara termasuk Malaysia mengumumkan mega proyek yang akan dicapai pada tahun 2020. Selain itu, National Intelligence Council (NIC) Amerika menurunkan laporan yang berjudul “Mapping The Global Future” (Memetakan Masa Depan Global) yang berupa analisis badan intelejen dari 15 negara, menjelaskan bahwa terdapat empat skenario dunia pada tahun 2020, yaitu :  naiknya Cina dan India ke pentas dunia, Amerika berperan dalam membentuk dan mengorganisasikan perubahan global, akan kembalinya kekhalifahan Islam, dan munculnya lingkaran ketakutan dimana respon agresif terhadap ancaman teroris mengarah pada pelanggaran aturan dan sistem keamanan yang berlaku.

Dalam dunia Islam sendiri diyakini bahwa Allah subhanahu wa Taala akan mengutus para mujaddid (pembaru agama) pada setiap kurun waktu 100 tahun. Jika kehancuran dunia Islam ditandai dengan tumbangnya khilafah Turki Utsmani di tahun 1924, maka 100 tahun kemudian –menurut penanggalan hijriah- akan jatuh di tahun 2020, akan muncul pembaharu agama Islam. Berdasarkan hal ini, sudah saatnya kita tidak berleha-leha, terutama para pemuda. Siapkan pelana dan senjata kita, karena bila kita tidak menyadari dan bergerak lebih cepat, kejahatan yang terorganisir akan menggogoti setiap sendi kehidupan umat bangsa ini. Saya pribadi lebih mengkhawatirkan kondisi Umat ini bukan sekedar buih, tapi lebih tragis lagi dari itu, seperti apa yang disabdakan oleh rasulullah berikut :

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745

Jangan bangga dengan kuantitas muslim di Indonesia. Karena kuantitas tersebut sebenarnya bukanlah suatu keungulan, sebaliknya kualitas islam dan keimanan setiap individu-lah yang menjadi akan keunggulan dan sebagai penentu  kemana perjuangan ini digerakkan. Ingatlah ibroh dari perang Uhud, yaitu ketika kita terlalu berbangga dengan jumlah yang begitu banyak, jumlah tersebut malah membuat pihak Islam kalah. Oleh karena itu, kaum muslimin di Indonesia mulai memperhatikan kualitas dengan cara berikut :

Pertama, mulai digencarkan sholat subuh berjamaah sebagai langkah awal menapak kejayaan. Para pemuda harus bisa sadar dan mau dengan paksa atau terpaksa melaksanakannya. Karena persatuan umat ini akan kuat dan rapat, serta kemenangan dari Allah akan hadir, bila sholat subuh sama kualitasnya seperti sholat Jumat. Semoga dengan adanya sholat subuh berjamaah, terjalin persatuan dan kesatuan antar semua masyarakat, lembaga dan ormas Islam di Indonesia

Kedua, sudah saatnya setiap individu islam di bumi nusantara ini, kembali menghapal dan mengimplementasikan alquran serta hadist, seperti Rasul dan para sahabat contohkan. Selain itu, perbanyak membaca sejarah kebesaran islam. Kesadaran ini harus dijamaahkan dan disebarluaskan.

Ketiga, penguatan sumber daya manusia yang mumpuni baik dibidang teknologi dan pendidikan, maupun dibidang pertahanan. Para pemuda sudah harus berlatih memanah, berkuda, dan berenang.

Keempat, penguatan ekonomi melalui bisnis kerakyatan berbasis islam. Karena kita sudah mempunyai modal besar, yaitu jumlah penduduk Indonesia yang berkirasar 250 juta jiwa dan 85% adalah islam. Jumlah ini diperhitungkan dalam membangun kekuatan ekonomi Indonesia. Karena negeri ini masih bermayoritas umat Islam, dengan membangun kesadaran ini, cepat atau lambat, dominasi sector ekonomi bisa beralih ketangan islam. Mengapa penguatan ekonomi kerakyatan? Karena seluruh akses sumber bahan baku sebenarnya ada dikalangan menengah kebawah, dan pasar pun terbesar ada di kalangan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Sebagaimana diketahui bahwa factor vital dan menjalankan sebuah roda bisnis adalah bahan baku dan pasar. Jadi, umat Islam yang juga adalah pebisnis harus bisa jeli alam hal ini. Cobalah untuk mulai bersatu dalam sector apapun, baik membentuk kelembagaan maupun koorporasi. Karena salah satu yang mematikan para spekulan dan kapitalis serta monopoli adalah kekuatan kelembagaan yang kokoh dan kuat ditingkat penyedia bahan baku.

Semoga Kejayaan Umat dan negara  Ini dapat tercapai. Karena Ingat?

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 139)

Wallahu alam