Alhamdulillah, Islam

Alhamdulillah, Islam

Barusan nonton “the tale of princess kaguya”, salah satu best anime 2014. Sutradara film ini barusan tutup usia pada umur 82 tahun. How old him are.

Usia dan kreatifitas memang jempolan. Banyak karya dari sutradara ini yang selalu mendapat penghargaan di negaranya maupun di internasional. Mengenai pendapatan..? Hmm jangan ditanya. Anime besutan sutradara ini selalu jadi terlaris dan mendapatkan pendapatan tertinggi pada zamannya.

saya mengakui bahwa hasil karyanya sangat luar biasa. Bagaimana proses menghayal untuk menghasilkan sebuah anime darinya luar biasa.

Sempat berpikir… “wow.. keren sekali pencapaian hidupnya.” Tapi jadi berpikir kembali “berapa banyak hal akhirat yang telah disiapkannya?” (Hanya untuk mentadaburi)

bagi seorang muslim, akan sangat sedih jika kita hanya membanggakan perkara duniawi saja. sementara sepanjang usia kita,  tidak satupun hal akhirat yang sudah kita lakukan.

Terkait dengan anime princess kaguya, salah satu hal yang saya bisa ambil terkait iman adalah bersyukur saya terlahir dalam keadaan islam dan tidak menyembah bulan atau matahari.

Ingat cerita nabi ibrahim, “bapak para nabi” yang begitu logis dan cerdas mempertanyakan dan mencari makna iman. Bulan dan matahari serta bintang-bintang pun ditentang sebagai tuhannya. Saya tidak kebayang bagaimana jika kita masih menyembah matahati atau lainnya..

Islam datang membawa logika berdasarkan dalil yang jelas bukan dongeng atau khayalan. Selain itu, keimanan terbentuk karena ada ilmu agama dan kita harus melewati tahap “membaca”

Demi allah, saat ini banyak yang lebih suka membaca dan punya kemampuan lebih dalam ilmu pengetahuan, namun mengabaikan keyakinan bahwa apa yang dikaji semua adalah ciptaan allah

Malah menjadi terbalik jika otak manusia dipaksakan untuk berpikir atau menghayal untuk menghasilkan sebuah karya atau cerita layaknya pencipta,  tapi tidak mampu menangkap baik apa arti dan pesan dari pencipta. Sesuangguhnya hidayah hanya milik allah ta’ala.

Banyak pesan-pesan tersingkap yang saya lihat dari sisi lain, dari anime produksi gibli studio. Pernah nonton anime dari produser yang sama, bercerita tentang asgardia yang dewanya bermata satu. Banyak logo dajjal yang ditampilkan. bisa dibilang anime karya studio gibli ini benar-benar menceritakan negeri impian kaum yahudi, di zaman ketika dajjal sebagai tuhan mereka.

Jepang dengan kecanggihan teknologi terbungkus dengan hayalan dan dunia kartun, tidak mampu membaca kekuasaan allah. Selain itu, Kecanggihan dan atheisme ternyata tidak dapat melepaskan penduduk jepang dari hal-hal mistik.

Sebagai salah satu hikayat jepang, princess kaguya misalnya, menceritakan bagaimana masyarakat jepang pada awalnya. Semuanya animisme dan atheisme dan hingga sekarang pun sebagian besar masih percaya demikian. Subhanallah..

Betapa hidup bernafas islam itu langka yak. Saya bersukur jadi penduduk dari 7 miliyar manusia didunia ini yang bernafas islam, tidak menyembah patung, matahari, dan bulan.Semoga allah perkuatkan akidah dan memberi hidayah setiap harinya.

Coba kita berpikir sejenak dari kacamata islam. Dalam keimanan islam sebelum mencapai syurga banyak tahapan dan sangat panjang dalam perjalan akhirat. Ketika kita di alam barzakh (alam kubur), banyak pertanyaan yang diajukan malaikat, hisab seperti bersuci atau istinja dan lain-lain. Pertanyaan mengenai siapa tuhan mu, nabi mu, apa agamamu? Ini tahapan awal hisab di alam barzakh tersebut.  Subhanallah sesungguhnya “inna dinna ‘indallahil islam”

Gak bisa kebayang apakah pertanyaan ini bisa dijawab oleh orang yang tidak bertuhan atau “mengakui dirinya sebagai tuhan?”

“Maka nikmat tuhan manakah yang kau dustakan?”

Ya allah hidupkan dan matikan aku dalam keadaan islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

Advertisements
Semester dua Paling Berat, Biar aku saja

Semester dua Paling Berat, Biar aku saja

Lelah..

Iya, sangat

tapi, sepertinya saya tidak boleh mengeluh dan harus tetap semangat. huft..

semester ini memang berat dibanding semester lainnya, apalagi dibanding kuliah level S1. tidak ada apa-apanya. beratnya lagi ketika uang beasiswa belum cair, undangan nikah dari teman angkatan datang dan lainya :(..akh… biarkan saya berlari ke hutan.. huhu…

Gak tau sore ini lelah, jenuh, dan malas melanda. Semoga perasaan ini tidak berlarut-larut. Apakah saya harus memaafkan perasaan ini? dan biarkah tubuh ini beristirahat sebentar? sementara tugas menumpuk dan critical review tesis belum maju-maju akh.. pengen teriak.

Ditengah-tengah kejenuhan kuliah, perasaan galau melanda, pengen nikah .. akh… teriak lagi. Apakah masalah psikologis ini umum dilanda kaum hawa saat kuliah?

Ketika  tubuh dan otak telah lelah, butuh bahu untuk bersandar, atau tangan yang bisa membawa kesuatu tempat. Ya allah.. semoga ada solusi.. ya allah tabahkan hati mahasiswa pascasarjana ini hiks

ujian kuliah tidak seberat ujian hati ketika teman seangkatan lu nikah dan usia lu udah mendekat kepala 3 tapi belum ada yang datang 😦

persaaan ini belum pernah dirasakan saat s1 dulu, tapi sekarang mulai merongrong ulu hati sampe ke sum-sum tulang belakang. Sakit… lebih berat dari proposal dan kolokium. ah lebay..

Semoga allah tetapkan dan mudahkan jalan saya. hiks..

 

 

Galau ini, Alhamdulillah

Galau ini, Alhamdulillah

Beberapa hari ini, tiba-tiba hati ini pengan nikah saja. Doronganya bukan karena lihat teman-teman yang sudah nikah, atau stres apalagi seks mendesak. Bukan, tapi karena setelah saya jadi tau benar bahwa urgensi menikah dan ada besar pahala didalamnya. Saya menyadari bahwa saya termasuk yang berumur tua, namun belum nikah untuk saat ini. :C. Apakah ini panggilan hati dari Allah SWT? semoga. Karena sebelum-sebelumnya bahkan target nikah pun,  saya belum punya. Saya bahkan rasanya gak mau menikah.. astgafirullah.

Padahal dulu ada 4 laki-laki yang datang kepada saya. Dua diantaranya datang melamar saya tolak. Akhirnya mereka sudah menemukan pasangan yang mungkin lebih baik dari saya. saya mengabaikan sebuah hadist lemah “Jika ada laki-laki baik yang datang kepada mu dan melamar mu jangan ditolak”

Sebelumnya saya sempat heran, apa yang menyebabkan saya tidak memiliki target? padahal saya cukup lelah menjalani semua petualang hidup saya yang gak nemu-nemu titiknya dimana. Bapak/Ibu saya pun hingga sedih, kenapa saya belum mau menikah. Ibu saya apalagi, sebelumnya beliau mau mencalonkan saya dengan saudara dari keluarga Ayah, saya namun saya tolak.

Dua minggu yang lalu saya mengikuti pelatihan terapi rukyah Mandiri yang dilaksanakan oleh REHAB HATI BOGOR, setelah mendapat materi dan mencoba merukyah diri sendiri, ternyaata diagnosanya karena saya dicintai jin dan ada potensi kena santet, Wallahu alam. Hasbunallah wanikmal wakil. Saya disuruh menerapi diri sendiri melalui bacaan alquran, membaca zikir pagi sore dan amal-amalan lainnya seperti tahajud, duha dan ngaji alquran dibanyakin. Selain itu, jika ada potensi kena sihir, saya harus di rukyah dan disembuhkan secara islami.

Terkait dengan dicintai jin, nanti akan saya bahas dilain page. Saat ini, alhamdulillah, dengan mengikuti apa yang disarankan oleh ustad Rehab Hati dan ikhtiar meminta ampun kepada allah, hati saya menjadi tenang dan terbesit optimis untuk menikah tahun depan. Perasaan yang sebelumnya hilang dan gak ada sama sekali, tiba-tiba bersemi. Saya ingin beribadah kepada allah. Tapi saya galau, siapa yang akan saya jadikan imam? saya sudah tolak beberapa orang sebelumnya dan belum berani men tag seseorang. Ya allah perih ya jika merindukan sesuatu 😦

Saya berencana membuat CV namun saya bingung hendak dimasukin kemana CV saya ini. Saya sudah lama meninggalkan pengajian saya sebelumnya,  karena hati saya sudah gak pas disana. Saat ini  hanya mengikuti kajian umum sunnah melalui youtube atau kajian tertentu yang diadakan di Masjid.

Tulisan ini pun terpaksan dituliskan di blog karena sebagai catatan saya pernah galau hehe..

semoga allah mengkahiri jomblo ini dengan menghalalkan saya dengan seseorang dalam keadaan barkah dan samawa.

Insya allah…

Dan Cobaan itu adalah Rahmat Allah Untuk Saya

Dan Cobaan itu adalah Rahmat Allah Untuk Saya

Selama hidup dan besar di rantau, baru kali ini saya mengalami kehilangan barang berharga, tepatnya HP saya. Walaupun HP saya bukan termasuk HP yang mahal, namun bagi saya, HP ini adalah gumpalan bulir-bulir keringat saya yang jatuh selama 7 hari di sulawesi tenggara. agak lebay sih, Tapi benar, dari lubuk hati saya terdalam, hp ini sangat berarti, seberarti mata pelajaran yang saya berikan saat training kepada beberapa penyuling nilam di Sulawesi Tenggara.

Ceritanya, disuatu kegiatan penting yang saya hadiri, dalam kunjungan ke NET TV untuk mengikuti acara mini seminar bersama Bapak Wisnu Tama (CEO NET MEDIA), HP saya hilang. Saya sendiri hingga hari ini belum tau dan gak ngerti, apa yang menyebabkan HP saya hilang. Apakah saya lupa di kamar mandi? Musholah? atau Toilet?. Sungguh, saya benar-benar lupa.
Selama kehilangan HP, saya hanya bisa menenangkan diri dan berkata dalam hati ” jika itu milik saya dan allah ridho, insya allah pasti kembali, tapi jika itu bukan milik saya, saya hanya bisa bertawakal kepada allah. Innalilahi, segala sesuatu pasti kembali kepada Allah.

Sedih, mungkin bukan karena kehilangan HP, tapi karena saya harus kehilangan banyak kontak penting, termasuk kontak beberapa pelanggang tetap saya di bisnis online dan terutama kontak keluarga saya, yang tak satu pun saya simpan dan ingat. Ditambah lagi kamis malam kaka saya balik ke kampung dan saya belum menanyakan kabar dia saat itu. Saya kehilangan HP di hari rabu dan pada Kamis malam kaka saya pulang. Pada kondisi yang sama, selama kegiatan kami tidak diperbolehkan mengaktifkan HP dari jam 5 pagi hingga jam 10 malam.

Sebelum kehilangan HP saya, pada hari selasa, mantan bos saya menghubungi saya lewat WA, bahwa rekan kerja kami yang sudah tiga tahun tidak kontak dengan saya ,ingin memberikan sejumlah uang (sedekah), sebesar Rp. 1.500.000. Entah apa? gak ada hujan atau angin. Subhanallah, saya sudah lama kehilangan kontak dan tidak sama sekali berhubungan atau melakukan kerja sama dengan Beliau. Awalnya saya tolak dan tanyak kembali kepada bos saya, pantaskah saya menerima sumbangan tersebut? Tapi akhirnya saya merasa tidak enak, karena takutnya bos saya ini menganggap saya belagu, atau tidak sopan menolak tawaran sedekah dari orang lain.

Selasa malam, saya memberikan konfirmasi nomor rekening saya kepada Bos saya tersebutnya dan tanpa hal ikhwal apapun, besoknya HP saya hilang. Demi Allah, saya benar-benar gak punya uang sama sekali, kecuali uang Pinjaman dari teman yang harus saya kembalikan. Sementara setelah selesai kegiatan, saya tetap harus update informasi penting dan terutama informasi seputar kuliah.

20170930_094932

Allah maha baik, ketika allah hendak menguji saya dengan kehilangan HP, allah sudah siapkan penggantinya terlebih dahulu. Walaupun tidak seberapa dimata manusia.

Uang yang dikirim langsung saya beli HP Samsung J2. Walaupun HP saya sebelumnya lebih mahal dibanding HP saat ini, saya pribadi sangat bersyukur. Karena akhirnya setelah saya hubungi kolega yang memberikan saya uang tersebut, beliau berencana akan datang kembali ke Indonesia bersama keluarganya. Alhamdulillah juga, beliau memanggil saya nak. Kata kolega ini, “saya menganggap kamu seperti anak saya sendiri”. Kebetulan anak perempuannya juga berusia sama seperti saya.

Inysa allah ketika Beliau dan keluarga datang, beliau akan kenalkan saya dengan anak dan istrinya. Sekali lagi, jika ada orang asing yang menganggap kita adalah anaknya, bukankah itu rahmat?

Maha suci allah, tidak ada ujian melainkan didalamnya adalah rahmat allah. dan rahmat terbesar itu adalah rahmat kasih sayang dari allah melalui tiap mahkluknya. Dan saya merasakan bahagia dengan rahmat ini dan semoga saya termasuk orang-orang beryukur kepada allah.

 

Pengamen Pasar Minggu, Gilak Tajirnya!

Pengamen Pasar Minggu, Gilak Tajirnya!

Ini cerita saya mengenai operasi tangkap tangan (oot) pada pengamen ibu kota Jakarta. Cie.. kayak polisi saja😛.

Tapi sumpah, beneran loh. Ini sudah kali ke dua saya temui pengamen tajir yang beroperasi di wilayah Pasar Minggu dan sekitarnya.

Bukan bermaksud membuka aib orang, tapi dengan tulisan ini saya berharap kita lebih bijaksana dalam memberi sedekah atau santunan kepada orang lain, khususnya kepada mereka yang suka meminta-minta atau mengamen.

Kamis, 23 februari 2017. Saya bersama kakak saya sedang nokrong di dalam ruangan Circle-K Pejaten Barat, Pasar Minggu, dekat rumah sakit siaga raya, atau dekat Universitas Nasional Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tiba-tiba ada seorang ibu dengan pakaian lusuh membawa karoke (tape kecil) dan duduk di lantai. Ibu ini kemudian meletakkan goody bag orange yang penuh dengan seabrek uang pecahan Rp. 2000, 1000 dan lainya ke lantai. Matanya nengok kiri-kanan, seakan-akan takut jangan sampai dilihatin orang. Kebetulan dipojok kanan Circle-K (area bebas rokok), sedang ramai dengan orang-orang yang lagi nongkrong. Tapi kok beliau gak sadar, jika beliau duduk didepan kami yang hanya dihalang oleh dinding kaca.

img_20170223_141739

Saya lihat jam di HP, hmm.. ini baru jam 14.33. Gilak! “duitnya banyak bangat”. Kakak saya memandangi saya sambil ketawa ” tuh dia gak sadar kita bisa lihat dia. ayo fotoin biar jadi bukti”😅

Eh.. saya fotoin  aja😅

Begonya kenapa saya gak videoin saja ya?  biar lebih valid gitu😀

ibu ini mulai ngeluarin uang pecahan Rp.2000 dari goody-bag orange dan mulai menghitung sambil nengok lagi ke kiri dan ke kanan.

Tanpa sadar saya juga ikut hitung-hitung uang tersebut😅. Ya allah banyak bangat duit-nye. Bayangkan baru setengah yang dikeluarkan dan sesuai dengan yang saya hitung, totalnya Rp.300.000 sodara-sodara. Hebat uy. Itu belum semuanya loh.

Mungkin karena beliau sadar dilihatin sama saya dan kakak saya, beliau langsung masuk ke ruangan circle-K dan ke tempat kasir buat tukar uang.

20170223_142205.jpg
Tukar uang di kasir circle-K

Saya perkirakan uang yang ditukar bisa menembus Rp.500.000 atau lebih. Luar biasa!  Dan itu baru setengah hari ngamen.  Misalkan beliau ngamen dari pukul 6.00 pagi hingga pukul 14.34 dan bisa mendapatkan hasil sebesar itu, berarti jika pengamen ini bertahan hingga malam hari, mungkin pendapatannya bisa menembus angka Rp.1.000.000,- atau juga bisa lebih dari itu.

Huft… coba kita kalikan dengan total hari kerja aktif.  Misalkan pengamen ini bekerja 1 bulan full atau 28 hari, berarti pendapatannya perbulan bisa menembus angka Rp. 28.000.000. Wow.. itu sih setara dengan gaji menejer perusahaan besar dan bonafit. Gilak!

“Ah.. gak mungkin setiap hari dapat segitu? Cuma kebetulan saja kale”

Oke, kita anggap saja mungkin itu cuma kebetulan saja. Fakta dilapangan yang diceritakan oleh pengamen sendiri, 1 hari pendapatan mereka bisa mencapai minimal rp.200.000. Tentunya dalam 1 bulan mereka dapat menghasilkan uang sebesar Rp.6000.000, bukan kah ini mencengangkan? Bahkan pendapatan PNS Saja belum mencapai segitu.

BAGAIMANA GAK MENJAMUR DI JAKARTA? MENGGIURKAN BUKAN?

saya saja penghasilannya gak segitu loh. Hiks😢

Semoga kita lebih bijak dalam memberikan santunan. Menjadi pengamen memang hak mereka, tapi menurut saya, itu pekerjaan hina dan tidak bermartabat serta gak halal dimata Allah. Saya juga tidak punya solusi untuk mereka, namun saya doakan mereka bisa diberi hidayah dan mendapat pekerjaaan dan penghidupan yang lebih bermartabat. Amiin

Konglomerat Jalanan VS Konglomerat Pemerintahan

Konglomerat Jalanan VS Konglomerat Pemerintahan

Suatu hari dibarisan antrian Indomart paling depan, seorang pengamen tua sedang menukar recehan hasil ngamennya. Karena kami memandanginya agak lama dengan tatapan panjang, beliau agak malu dan tidak berlama-lama. Saya terus memerhatikan, ketika kasir menyerahkan selembar lima puluh ribu dan sepuluh ribu, beliau terima dan langsung pergi. Padahal dikantong buatan yang terlilit dipingganya masih banyak recehan yang belum tertukar. Wow, pengamen yang sukses, ada tiga kantong dan baru satu kantong yang ditukar dan itupun tidak semua receh dikeluarkan.

Sebuah perandaian muncul dibenak saya, misalkan seperti ini :

Andaikan uang yang ditukar tadi adalah hasil 1 kali ngamen. Misalkan 1 kali ngamen dalam waktu 2 jam, Bapak  tersebut mendapatkan uang sebesar Rp.60.000. Jika bapak ini beroperasi 1 hari = 8 jam, maka dalam 1 hari Dia dapat mengumpulkan uang ngamen sebesar : (8/2)x60.000=Rp. 240.000, kita konversi ke 1 bulan. Hitung sesuai jam kerja aktif karyawan : 1 minggu = 5 hari kerja=22 hari kerja/bulan. Jadi jika 1 hari mengamen hasilnya sebesar Rp.240.000, 1 bulan = 22×240.000 = Rp. 5.240.000, Lumayan!.

pemisalan lainnya, Kegiatan ngamen pasti bukan memakan waktu 8 jam/hari, pasti lebih dari itu. Saya sering melihat anak-anak yang mengamen, startnya dari jam 6.30 Pagi. Jika bapak ini beroperasi dari jam 6.00 pagi hingga jam 8 .00 malam dan dihitung sama dengan 14.30 jam. Kita bulatkan saja menjadi 14 jam. Sehingga apabila  selama 14 jam bapak tersebut mengamen, belia dapat memeroleh uang sebesar Rp. 50.000, sehingga dalam satu bulan pengamen tersebut bisa mengantongi : Rp.50.000x7X28 hari= Rp. 9.800.000. DAHSYAT BUKAN?. Pendapatan pengamen ini lebih besar dari pegawai negeri sipil.

Sebuah Ironi bukan main yang banyak tumbuh subur laksana gulma dipematang sawah dan itu sulit untuk dibasmi. Telah berakar seperti Tumor. Kasus Pengamen layaknya pengemis. Ada yang tulus karena butuh, ada juga yang gak tulus dan curang mau menjadi mentereng. Bahkan ada pengemis ratusan juta yang saya sebut sebagai “konglomerat jalanan”. Perbedaan keduanya sangat tipis, hanya terteletak pada metode atau cara dalam menghasilkan uang. Pengamen menghasilkan uang dengan cara menyanyi, sedangkan para peminta-minta menghasilkan uang dang cara duduk diam dalam keadaan “mengenaskan”. Perbedaan lainnya yaitu tidak semua pengamen menjadikan kegiatan ngamen sebagai profesi, contohnya mengamennya mahasiswa untuk mencari dana untuk suatu event.  Sementara, pengemis sering mewariskan profesi ini ke anak cucu.

duh, inilah realita nyata yang tumbuh subur di Indonesia. Faktanya bahkan para “konglomerat jalanan” ini berkorporasi hebat dengan berbagai lingkaran mafia serta mempunyai semacam organisasi kuat yang beraliansi dengan berbagai pihak. Secara terang-terangan banyak yang mendeklarasikan diri sebagai kampung pengemis dan juga organisasi pengemis dan pengamen.
Sah-sah saja menurut lembaga Hak Asasi Manusia, namun secara naluri manusia, sesuatu yang terlalu fokus untuk hal yang kurang pantas, adalah hina dan menjadi momok bagi bangsa Indonesia, yang terkenal sebagai bangsa yang kaya dan makmur. Ini pun menjadi tolak ukur yang tidak pernah selesai dari dulu bahwa negara dan bangsa ini masih belum makmur.

Ada sebuah pertanyaan yang muncul dari benak saya, kenapa semakin diberi malah semakin menjadi-jadi? menjadi malas untuk berusaha? menjadi manja untuk meminta? menjadi tidak mau berubah dan bertukar nasib dengan jalan lain?  Coba kita perhatikan pengamen dan pengemis jalanan, apakah semakin berkurang? sebaliknya, pengamen malah semakin bervarian dengan motif yang bermacam-macam. Mulai dari balita hingga manula, dari lagu yang pop hingga rock, bahkan ada beberapa pengamen yang menyangikan shalawatan dan  lagu yang biasanya dibawakan menjelang magrib dimasjid-masjid di Bogor.  Lirik lagunya seperti ini “ Begitulah kisah sang Rasul yang penuh suka duka, yang penuh suka duka” Astagfirullah.. kemana orang tua dan para ulama ?

Ah, bukankan ini sebuah penyakit? ya, penyakit mental akut yang melilit dari semua segi. Banyak solusi sudah dilakukan dari pemerintah untuk para konglomerat jalanan ini, hinggga pembinaan terberat dijeruji besi, namun hal tersebut tidak menjadi solusi.

Bukankah watak dan mental konglomerat jalanan ini secara tidak sadar, sesungguhnya menunjukan mental bangsa ini yang lagi keropos? konglomerat jalanan adalah buah kemiskinan bangsa ini dari banyak dimensi. Dimensi fisik adalah kemiskinan negara berupa pemerataan ekonominya yang masih timpang. Negara masih belum dapat menyejahterakan orang kategori miskin, sesuai amanah UUD ’45 dalam pasal 34 ”Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara Negara”.

Kemiskinan yang lain adalah kemiskinan non fisik yaitu miskin mental dan agama. Mental yang sepertinya tertanam dibawah alam sadar masyarakat saat ini yaitu konsumtif dan malas mencipta. Jika ada yang mencoba mencipta, dijegal oleh pemerintah, dari mulai hak cipta hingga kelayakan penggunaan. Sebaliknya kebanyakan masyarakat lebih mencintai dan bangga terhadap produk orang lain, apalagi yang berbau kebarat-baratan atau korea-koreaan. Tak heran, banyak kran impor dibuka dibading swasembada sendiri, mulai dari padi, daging, hingga jarum pentul. Bahkan ada yang bersembohyan “Jika bisa impor, ngapain swasembada”.

Kemiskinan metal diatas didukung juga dengan kondisi miskinnya nilai agama dalam masyarakat Indonesia yang nota bene 85% Islam. Padahal dalam agama,  kita diajarkan untuk mempunyai budaya malu, yaitu malu sebagian dari iman. Selain itu, dalam agama diperintahkan untuk bekerja sebagai bentuk ibadah dan meminta-minta adalah sebuah hal yang hina dan ganjarannya adalah berwajah tanpa daging ketika berada di penghisaban kelak.

Konglomerat jalanan sesungguhnya cerminan dari konglomerat dipemerintahan dan konglomerat senayan. mereka yang suka meminta-minta pada konglomerat yang sesungguhnya demi jabatan atau pucuk kepimpinan, sehingga mereka rela jual dan buat apa saja sebagai bentuk balas budi. Tidak saja hutang, bahkan hampir negara ini diserahkan kepada pihak asing dan aseng.

Pajak dan uang rakyat untuk menghidupi mereka tidak menjadi sebuah kepuasan, namun kebuasan. Buas untuk dapat lebih sehingga korupsi, koorporasi, koordinasi dengan berbagai aliansi mereka jalani demi perut dan agar tabungan berisi.

Mungkin tidak semua yang duduk dipemerintahan dan senayan atau yang memegang jabatan begitu. Ah.. tapi yang terlihat demikian. negara ini penuh dengan pesakitan mulai dari yang hidup jalan hingga yang hidup di pemerintahan. Bangga menjadi konglomerat dengan cara apapun.

lantas, apakh kita masih berharap hidup seperti ini terus-menerus?

Hidup tanpa “identitas”, integritas, dan gengsi serta kebanggan diri?

Oh mari rubah semua mental itu, mental koruptif dan pesimist serta komsumtif. Sudah saatnya semua orang berevolusi, bukan saja revolusi mental, tapi revolusi untuk kembali kepada nilai-nilai ilahi dan nilai-nilai ibu pertiwi, yang humanis, penuh semangat juang, percaya diri dan tinggi integritas, berakhlak karimah dan taqwa serta, berdikari.

FROM ZERO TO BE HERO (I) : PEDAGANG ASONGAN ONLINE

FROM ZERO TO BE HERO (I) : PEDAGANG ASONGAN ONLINE

Hari ini tepat satu tahun, terhitung saya resign dari kantor saya. Semula dari staf sekretariat, sekarang saya menjadi “penggangguran (unemployee)”, bisa dikatakan demikian. Saya gak berstatus apa-apa, selain sebagai pedang asongan online. 

ini nih toko online di instagram @mikala_aromatica. kami menjual produk-produk essential oil 100% pure,blended, dan produk-produk aromatherapy lainnya. Follow ya sist 😀

Screenshot_2017-02-20-20-21-59-1.png

Memutuskan untuk bewirausaha atau bahasa kerennya be an entepreneur, bukanlah pilihan banyak orang. Hanya sekitar 1% dari pekerja dengan status aktif yang mau memilih dunia ini sebagai tambahan penghasilan atau benar-benar  all out untuk menjalani dunia ini. Selain banyak tantangan dan resiko yang harus dihadapi, keputusan tersebut harus melewati “sidang” dari orang-orang terdekat kita. Ya, terutama orang tua.

Jujur, sebelum saya melangkah melakukan resign, banyak hal yang harus saya siapkan, mulai dari alasan, hingga hal-hal kecil lainnya, dan terutama bagaimana saya bisa meyakinkan orang tua saya terhadap keputusan ini. Walaupun, hingga saat ini orang tua saya masih belum setuju dengan keputusan ini. Karena saya melangkah dari nol, tanpa ada donatur dan kerja sama, serta tidak melalui riba. Keberanian melakukan langkah dari ZERO atau NOL ini karena saya yakin saya bisa bertumpu dengan kedua kaki saya sendiri. Insha allah. Padahal, saya juga masih memiliki tanggungan terhadap adik-adik saya.

Tumbuh sebagai kakak dari 4 adik yang masih sekolah, keberlanjutan pendidikan mereka diamanahi ke saya dan beberapa kakak saya. Karena orang tua saya sudah sepuh dan kami tidak ingin memberatkan mereka. Kami juga ingin mewujudkan cita-cita mereka untuk meng-S1- kan kami semua. Bagai tongkat estafet, ketika satu orang telah sukses meraih gelar sarjana, dia harus melanjutkan hal tersebut kepada saudara lainnya. Itu prinsip dalam keluarga saya. Kebetulah saya mempunyai tiga orang kakak. Adik saya yang pertama, alhamdulillah, sudah selesai kuliah dan nasib dia lebih baik dari kami, bisa dibilang seperti itu. Saat ini, dia berstatus PNS di Dinas Perikanan Kabupaten Buru. Adik saya yang ke dua saat ini sedang menjalani kuliah di semester akhir. Dia berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang. Tanggungan kuliah adik satu ini agak berat. Sementara, adik saya yang ke tiga masih belum kuliah. Dia sudah mencoba mengikuti tes masuk perguruan tinggi SBMPTN sebanyak dua kali, namun masih belum lolos. Saya agak cukup sedih dengan hal ini, lebih sedih lagi karena pilihan jurusannya adalah kedokteran. Taukan bagaimana biayanya? Mudah-mudahan bisnis kaka nih sukses ya dek. Kamu mau jurusan apa saja, silahkan. Sampai ke MARS PUN SILAHKAN. Adik ke empat saya masih berstatus sebagai siswa SMA.

Menimbang dan menimbang. Ketika saya ditanya pertama kali oleh bos saya, apa alasan saya untuk resign? saya tidak mengatakan bahwa saya ingin berwirausaha, tapi saya katakan bahwa saya ingin mengajukan S2. hmm maaf ya bos.  Memang-sih sebenarnya ada tujuan lain dari saya, yaitu ingin mengajukan beasiswa LPDP untuk s2 saya. Eh alhamdulillah, saya lulus beasiswa LPDP dalam negeri dan saat ini saya baru mau mendaftar di perguruan tinggi yang akan saya tuju.

Alasan diatas lebih diperkuat dengan pernyataan bahwa saya telah berkomitment mengabdi dikantor ini hingga saat ini saja. kata teman-teman saya, “kamu stress atau bosan?” “gak tau deh, mungkin dua-duanya” atau jangan-jangan saya sudah gila?” MUAK, JENUH, PLIN-PLAN, GALAU, MERACAU. COMPLICATED- lah. BODOH. FIKS!

Hingga saat ini pun, teman-teman saya masih menyesalkan keputusan saya tersebut. Saya juga gak habis pikir dengan kondisi saya saat ini, serba pas-pas-an dan terjepit. Penghasilan dan omset gak tetap. Jika ada pelanggang alhamdulillah, kalo tidak, hmm sepi, kantong kering. Karena ternyata bisnis online dari NOL itu agak berat. Apalagi konsepnya belum bagus dan belum berani melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Selain itu, saya masih tetap menanggung adik saya untuk kuliah dan dia mau wisuda tanggal 25 Februari 2017 ini. TAPI begitulah hidup. Saya sudah berani memutuskan, saya juga harus berani untuk maju ke depan. Saya yakin bahwa Allah akan melihat usaha saya dan rezeki manusia itu tidak akan tertukar. Buktinya, tanpa kerja saya bisa hidup selama 1 tahun ini dari usaha saya. dan walaupun hasil yang  saya peroleh sedikit, saya masih tetap bisa membantu ke adik-adik saya, mereka tetap bisa sekolah.

Kadang saya sendiri pun putus asa dan sedih. Namun, saya mencoba bangkit kembali dengan mengingat apa yang sudah saya lakukan bulan-bulan kemarin dan apa yang saya impikan kedepannya, baik buat keluarga, agama maupun untuk bangsa dan negara. Saya ingin benar-benar menjadi wanita yang bermanfaat dan hidup saya penuh keberkahan.

Hari ini, omset saya baru 10 juta perbulan, pada bulan februari ini. Omsetnya turun naik seperti ombak. Mungkin karena saya belum rajin promosi atau kejar target, masih belum dapat cara yang efektif, modal tipis, atau belum punya karyawan, atau barangkali saya juga belum menikah #eh ups. Jadi , saya belum semaju orang lain?

Kadang dalam doa saya selalu merintih. “Ya allah kapan jalan yang baik dan rezeki yang lancar berpihak kepada saya?. doa saya pun belum terwujud, tapi saya yakin Allah itu gak tidur dan gak tuli. Saya harus tetap semangat dan berjuang. Doa saya di tahun 2017 dan di akhir februai ini agar saya bisa dapat orderan dengan keuntungan yang besar dan tetap tiap bulannya. Jika belum dalam bulan ini, semoga bulan depan dan selanjutnya doa saya terwujud. Mudah-mudahan saya bisa kuliah sambil usaha. Kebetulan jurusan S2 yang akan saya ambil adalah jurusan Magister Bisnis. hmm..mengenai perjuangan meraih beasiswa akan saya tulis ketika sudah lulus masuk jurusan ya.

Mohon doa-nya, agar saya bisa sukses dan bisnis saya juga maju, toyib, dan berkah buat semua orang. Doa anda akan berbalik kepada Anda sendiri. Amiin.